KLIK SINI



Bakers1171 - Homemade & Halal


Monday, January 25, 2010

RISALAH JIHAD


Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Solawat dan salam kepada Nabi Muhammad, penghulu para mujahidin dan imannya orang-orang yang bertaqwa, beserta keluarga, sahabat, dan semua orang yang membela syariatnya sampai akhir kemudian.

KEWAJIBAN JIHAD BAGI SETIAP MUSLIM

Allah telah mewajibkan jihad secara tegas kepada setiap muslim. Tidak ada alasan bagi orang Islam untuk meninggalkan kewajiban ini. Islam mendorong umatnya untuk berjihad dan melipatgandakan pahala orang-orang yang berjihad di dalamnya, apalagi yang mati syahid. Tidak ada yang menandingi dalam besarnya pahala, kecuali orang-orang yang mengikuti jejak mereka di medan jihad. Allah mengurniakan mereka berbagai kelebihan ruhiyah dan amaliyah, baik di dunia maupun di akhirat, yang tidak diberikan kepada selain mereka . Allah menjadikan darah mereka yang suci sebagai harga bagi kemenangan dunia serta lambang kemuliaan bagi keuntungan dan kejayaan di hari akhirat.

Allah mengancam orang-orang yang tidak turut dalam jihad dengan ancaman siksa yang sangat pedih. Allah menghinakan mereka dengan berbagai gelar dan sebutan yang buruk, menganggap mereka pengecut, pemalas, lemah, dan tertinggal di belakang. Allah menjanjikan untuk mereka kehinaan di dunia. Kehinaan yang tidak dapat di hapuskan kecuali dengan berangkat ke medan jihad. Sedangkan di akhirat, Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang pedih. Mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksa itu meskipun menebusnya dengan emas sebesar gunung Uhud. Islam menganggap duduk-duduk, tidak mengikuti jihad, dan lari meninggalkan medan perang sebagai salah satu dosa besar, bahkan termasuk salah satu di antara tujuh hal yang membinasakan amal.

Anda tidak akan menemukan satu pun sistem nilai-baik yang kuno maupun yang baru, bersumber dari agama maupun fikiran manusia-yang lebih baik dari pada sistem Islam dalam membahas masalah jihad, ketenteraan, pengerahan masa, dimana mengumpulkannya dalam satu sof (barisan) untuk mempertahankan kebenaran dengan segala kekuatannya.

Sangat banyak ayat Al-Qur’an dan sunah Rasul saw. yang membicarakan urusan yang mulia ini. Dalil-dalil itu menyeru setiap muslim dengan cara dan tutur kata yang fasih kepada jihad, perang,ketenteraan , memperkuatkan sistem pertahanan, pertempuran dengan semua jenisnya: darat, laut, dan lain-lain, dalam semua situasi.

Kepada Anda saya akan sebutkan beberapa contoh seperti di atas semata-mata sebagai contoh, bukan untuk dijadikan batasan. Saya tidak akan memberikan penjelasan maupun komen terhadap hadits tersebut secara panjang lebar. Meskipun kata-katanya singkat, namun mempunyai pengertian yang padat dan jelas, syarat dengan potensi ruhiyah. Semua ini akan sangat berguna bagi Anda, insya Allah.

BEBERAPA AYAT AL-QUR’AN TENTANG JIHAD

1. “Telah diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal sesuatu itu baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal sesuatu itu buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

“kutiba” artinya “furidha” (diwajibkan), sebagaimana tersebut dalam firman Allah pada saat yang sama dan menggunakan susunan kalimat yang sama pula.

2. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang, ‘kalau mereka tetap bersama kita, tentu mereka tidak akan mati dan tidak akan dibunuh.’ Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. Dan sungguh kalau kamu gugur dijalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik bagimu dari harta rampasan yang mereka kumpulkan. Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah kamu semua dikumpulkan.” (Ali Imran: 156-157)

“Dharabu fil ardhi” artinya: keluar untuk berjihad. “Ghuzzan” artinya: bertempur.

Perhatikan keterkaitan antara ampunan dan rahmat Allah terhadap kematian di jalan Allah pada ayat 157. Ampunan dan rahmat itu tidak terdapat pada ayat berikutnya, sebab bukan berkaitan dengan gugur dan mati di jalan Allah.
Pada ayat tersebut juga terkandung maksud bahwa kepengecutan adalah sifat orang kafir, bukan sifat orang beriman.

3. “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah yang diberikan kepada mereka dan mereka bergembira hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka yang belum menyusul, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati .” (Ali Imran: 169-170)

seterusnya bacalah pula sampai ayat 175.

4. “Kerana itu, hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang dijalan Allah, lalu gugur dan memperoleh kemenangan, maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa: 78)

Anda dapat membaca surat ini mulai ayat 71 sampai ayat 78.

Bacalah ayat-ayat tersebut agar Anda tahu betapa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk selalu waspada, berperang bersama tentera Allah, berkelompok atau sendiri-sendiri, sesuai dengan mengikut situasi. Allah mencela orang-orang yang berdiam diri dan tidak mau berperang, pengecut, terlambat, atau orang-orang yang hanya memanfaatkan situasi demi mengaut keuntungan untuk dirinya sendiri. Allah mengetuk hati nurani orang-orang yang beriman untuk melindungi orang-orang yang lemah dan menolong orang-orang yang tertindas. Allah merangkai antara pedang dengan solat dan shiyam, serta menerangkan bahwa perang tidak berbeza dengan keduanya dalam rukun Islam. Allah meyakinkan orang-orang yang masih ragu dan mendorong mereka untuk terjun ke dalam kancah peperangan dan arena maut dengan lapang dada dan keberanian yang menggelora dalam hati. Allah menjelaskan kepada mereka bahwa kematian akan terus mengintai mereka. Allah jelaskan kepada mereka bahwa jika mereka mati dalam keadaan berjihad di jalan-Nya, maka mereka akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan Allah tidak akan menyia-nyiakan infak dan pengorbanan mereka.

5. Surat Al-Anfal secara keseluruhannya merupakan anjuran untuk berperang dan perintah untuk tabah menghadapinya. Demikian pula terhadap penjelasan tentang berbagai hukum yang berkaitan dengan peperangan. Oleh karena itu, orang-orang mukmin generasi awal menjadikan surat Al-Anfal menjadi senandung yang selalu dilantunkan di tengah berkecamuknya peperangan. Cukuplah bagi Anda firman Allah, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Dengan begitu, kamu menggetarkan musuh Allah dan musuh kamu.” (Al-Anfal: 60) Sampai pada firman-Nya, “Hai nabi, kobarkanlah semangat orang-orang mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar di antara kamu, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang kafir, sebab orang-prang kafir itu tidak mengerti.” (Al-Anfal: 65)

6. Surat At-Taubah secara keseluruhannya merupakan anjuran perang dan penjelasan mengenai hukum-hukumnya. Cukuplah bagi Anda dengan firman yang menjelaskan tentang perang terhadap orang-orang musyrik yang berkhianat. “Perangilah mereka, niscaya Allah menyiksa mereka dengan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.” (At-Taubah: 14-15)

Firman Allah tentang perang terhadap orang-orang ahli kitab, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar, yaitu orang yang telah diberi Al-kitab, sampai mereka mau membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (At-Taubah: 29)

Selanjutnya Allah menyerukan serangan umum pada ayat-ayat berikutnya, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At-Taubah: 41)

Kemudian Allah menjelaskan buruknya sikap orang –orang pengecut yang tidak berjihad di jalan Allah serta tidak mendapatkan kemuliaan berjihad di jalannya untuk selama-lamanya. “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan berkata, ‘Janganlah kamu berangkat berperang dalam panas terik ini’. Katakanlah, ‘Api neraka jahanam lebih panas’. kalau saja mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka sendiri tertawa dan banyak menangis, sebagai balasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Allah mengembalikanmu pada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta ijin kepadamu untuk pergi berperang, maka katakanlah, ‘kamu tidak boleh keluar bersamaku selamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak berperang pada kala yang pertama karena itu, duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang”. (At-Taubah: 81-83)

Kemudian Allah menjelaskan sikap para mujahid di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. Dan penjelasan bahwa ini semua adalah tugas suci dan jalan para sahabatnya, melalui firman-Nya, “Akan tetapi, Rasulullah saw dan orang-orang mukmin yang berjihad bersama beliau dengan harta dan jiwa mereka kebaikan dan merekalah orang-orang yang beruntung. Allah menyediakan untuk mereka surga yang di bawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 88-89)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 111)

7)“Dan orang-orang yang beriman berkata, ‘Mengapa tidak diturunkan suatu surat?’ Maka jika diturunkan surat-surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang-orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukai). Tetapi jika saja mereka benar (imannya) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad: 20-21)

Adapun tentang “peraturan”, Allah swt. Berfirman dalam surat Ash-Shaf, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (Ash-Shaf: 4)

8. surat Al-Fath (kemenangan), yang terdapat padanya kisah peperangan Rasulullah saw. Ayat ini juga menunjukkan salah satu sikap tegar dalam jihad di bawah pohon yang diberkati, pohon di mana baiat maut (ikrar kematian) diberikan oleh para sahabat. Dengan itulah lahir ketenangan sekaligus kemenangan. Yang demikian itu tersebut dalam ayat berikut, “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya), serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (Al-Fath: 18-19)

Inilah wahai saudaraku, beberapa hal yang bisa dituturkan dalam kaitan dengan jihad; penjelasan tentang keutamaannya, ajakan kepadanya, dan kabar gembira bagi pelakunya dengan semacam itu, maka renungkanlah, niscaya engkau akan tercengang betapa orang-orang muslim saat ini begitu mengabaikan pahala agung yang dijanjikan Allah ini.

Berikut beberapa hadits tentang hal ini:

BEBERAPA HADITS NABI TENTANG JIHAD

1. Dari Abu Hurairah ra, berkata saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Demi zat yang diriku ada di tangan-Nya. Kalau bukan karena beberapa orang dari kalangan mukmin, yang buruk fikirannya dan tidak ikut berjihad bersamaku lalu aku tidak mendapati cara untuk mendorongnya, niscaya aku tidak ketinggalan dari satu pun peperangan di jalan Allah. Demi zat yang diriku ada di tangan-Nya, saya sungguh ingin terbunuh di jalan Allah kemudian hidup lagi, kemudian terbunuh dan hidup lagi, kemudian terbunuh dan hidup lagi, kemudian terbunuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, “Demi zat yang diriku ada di tangan-Nya, tidaklah seseorang terluka di jalan Allah-Allah Maha tahu siapa yang terluka di jalan Allah-kecuali ia datang pada hari kiamat; warna (luka)nya warna merah darah, tetapi baunya aroma misik.”

3. Dari Anas ra. Berkata, “Bapa saudaraku Anas bin Nadhar tidak hadir di perang Badar, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya tidak hadir di pertempuran pertama yang memerangi orang-orang musyrik. Sungguh jika Allah berkenan mensyahidkanku tatkala memerangi orang-orang musyrik, niscaya Allah menyaksikan apa yang aku perbuat.” Tatkala perang Uhud terjadi dan kaum muslimin dihantui kekalahan, ia berkata, “Ya Allah, kamu minta maaf tidak boleh berbuat sebagaimana mereka (sahabat-sahabat yang lain) dan saya lepas diri dari apa yang mereka perbuat (kalangan musyrikin).” Seketika itu majulah ia lalu ditemui oleh Sa’ad bin Mu’adz. Anas berkata, ‘Wahai Sa’ad, aku ingin surga dan Tuhannya Nadzar. Aku sungguh mencium baunya di balik gunung Uhud.” Sa’ad berkata ( kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah, saya tidak boleh berbuat sebagaimana yang ia lakukan’ Berkata Anas bin Malik, ‘Kami dapatkan pada tubuhnya (Anas bin Nadhar) lapan puluh sekian luka bekas pukulan pedang, atau lemparan tombak, atau tusukan anak panah. Kami dapatkan ia terbunuh dan di cincang oleh orang-orang musyrik. Tidak satu pun orang yang mengenalinya kecuali saudara perempuannya melalui ujung jarinya.’ Berkata Anas, ‘Kami melihat, atau mengira, bahwa ayat ini turun berkaitan dengannya, atau orang-orang yang semisalnya (yakni ayat), “Sebagian dari orang-orang mukmin ada orang-orang yang membuktikan apa-apa yang mereka janjikan kepada Allah…” (HR. Bukhari)

4. Dari Ummu Haritsah binti Suraqah, ia datang kepada Nabi saw. Dan berkata, “Wahai Nabi Allah, tidakkah engkau bercerita kepadaku tentang Haritsah (anaknya yang meninggal karena terkena anak panah sebelum perang Badar)? Jika ia di surga, saya bersabar. Namun jika tidak demikian, saya akan meratapinya dengan tangisan ku.” Nabi saw. Menjawab, “Wahai Ummu Haritsah, ada banyak taman di surga. Anakmu memperoleh taman Firdaus yang tertinggi.” (HR. Bukhari)

Lihatlah saudaraku, bagaimana surga telah membuat seseorang lupa akan rasa sedih dan lara, serta menggantikannya dengan kesabaran.

5. Dari Abdullah bin Abu Aufa ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, “Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah kilatan pedang.” (HR. Bukhari-Muslim dan Abu Dawud)

6. Dari Zaid bin Khalid Al-Jahniy ra., sesungguhnya Rasulullah saw . bersabda, “Barangsiapa menyiapkan kenderaan perang di jalan Allah bererti ia telah ikut berperang, dan barangsiapa meninggalkan perang tetapi menggantinya dengan kebaikan berarti ia pun telah ikut berperang” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi) kata-kata “ikut berperang” maksudnya: mendapatkan pahala perang.

7. Dari Abu Hurairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw, “Barangsiapa mengkerahkan kuda perang untuk jihad di jalan Allah, maka kenyang dan kotorannya (maksudnya segala upaya untuk mengencangkannya dan tenaga untuk membersihkan kotorannya) akan diimbangi oleh Allah pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

8. Dari Abu Hurairah ra., ditanyakan, wahai Rasulullah, amal apa yang menyamai pahala jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Kalian tidak mampu melakukannya.” Maka diulangi lah pertanyaan itu dua kali atau tiga kali. Setiap pertanyaan itu dijawabnya, “Kalian tidak mampu melakukannya.” Kemudian berkata, “Mujahid di jalan Allah itu seumpama orang yang berpuasa, yang mengerjakan shalat, dan yang membaca Qur’an, dimana ia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga sang mujahid pulang dari medan pertempuran.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi)

9. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, bersabda Rasulullah saw., “Tidak maukah kalian aku beritahu sebaik-baik dan seburuk-buruk orang? Sesungguhnya, sebaik-baik orang adalah seorang yang bekerja di jalan Allah dengan naik kuda, unta, atau berjalan kaki hingga maut menjemputnya. Adapun sejelek-jelek orang adalah orang-orang yang membaca Kitabullah tanpa menyerap nya sedikit pun.” (HR. Nasa’i)

10. Dari Ibnu Abbas ra. berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Dua mata tidak disentuh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi)

11. Dari Abu Umairah ra. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Terbunuh di jalan Allah itu lebih aku sukai daripada aku memiliki (kerabat) orang-orang kota dan orang-orang desa.” (HR. Nasa’i)

12. Dari Rasyid bin Sa’ad ra. Dari salah seorang sahabat bahwa seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa orang-orang mukmin mendapat ujian di kuburnya kecuali orang yang mati syahid?” Rasulullah saw. Bersabda, “Cukuplah kilatan pedang yang melintas di atas kepalanya sebagai ujian.” (HR. Nasa’i)

13. Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda, “Seseorang yang syahid itu tidak menyentuh kematian kecuali seperti salah seorang dari kalian terkena gigitan (binatang kecil, pent).” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Darami. Tirmidzi berkata bahwa itu hadits hasan gharib) ini keistimewaan lain dari seorang yang mati syahid.

14. Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw., “Tuhan kita takjub kepada seseorang yang berperang di jalan Allah lalu pasukannya kalah. Ia pun memahami apa yang telah menimpanya, maka kembalilah ia ke medan perang sehingga darahnya menetes. Allah swt. Berfirman kepada malaikat, ‘Lihatlah hamba-Ku. Ia kembali ke medan karena menginginkan apa (pahala) yang ada pada-Ku dan takut atas apa (murka) yang ada pada-Ku, sampai menetes lah darahnya. Aku bersumpah di hadapan kalian bahwa Aku telah mengampuninya.” (HR. Abu Daud)

15. Dari Abdul Khair bin Tsabit bin Qais bin Syammas, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Seorang wanita bernama Ummu Khallad, dalam keadaan bercadar, datang kepada Rasulullah saw. Dan bertanya tentang anaknya yang terbunuh di jalan Allah. Berkatalah para sahabat kepadanya, ‘Engkau datang untuk bertanya tentang anakmu, tetapi engkau menutup mukamu.’ Ia menyahut, ‘Kalaupun anakku hilang, rasa maluku tidaklah hilang.’ Rasulullah saw. Bersabda kepadanya, ‘Sungguh, anakmu mendapatkan pahala dua orang yang mati syahid.’ Ia bertanya, ‘Mengapa?’ Rasulullah menjawab, ‘karena ia terbunuh oleh Ahli kitab.’ (HR. Abu Daud)

Hadits ini menunjukkan keharusan memerangi Ahli Kitab. Dan Allah swt. melipatgandakan pahala orang yang berperang melawan mereka. Jihad disyariatkan bukan untuk memerangi orang musyrik saja, tetapi juga setiap orang yang tidak memeluk Islam.

16. Dari Sahl bin Hunaif ra., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa meminta kepada Allah syahadah (mati syahid) dengan hati yang tulus, maka Allah akan menyampaikannya di kedudukan para syuhada’, meskipun ia mati di tempat tidurnya.” (HR. Abi Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

17. Dari Khuraim bin Fatik berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa membelanjakan infaqnya di jalan Allah maka akan dicatat baginya tujuh ratus kali lipat.” (HR. At-Tarmidzi dan ia menghasankannya, hadits yang sama juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i)

18. Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Salah seorang sahabat Rasul Allah melewati suatu lembah, yang di dalamnya terdapat oase kecil yang bening sekali air nya. Oase itu sempat menjadikan dia kagum, kemudian berkata, ‘Oh, seandainya aku memisahkan diri dari manusia dan bertempat tinggal di tempat ini.” Orang tadi memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah saw., beliau pun bersabda, “Jangan lakukan itu, sesungguhnya maqam salah seorang kamu fisabilillah (berjihad, pent.) itu lebih utama daripada shalat di rumahnya tujuh puluh tahun. Tidakkah kalian ingin agar Allah mengampuni kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga? Berperanglah fi sabilillah. Barangsiapa berperang fi sabilillah di atas untanya, wajib baginya surga.” (HR. Tirmidzi)

19. Dari Miqdam bin Ma’dikarib berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Seorang syahid di sisi Allah mendapatkan enam keistimewaan Allah mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya, diperlihatkan tempat tinggalnya di surga, dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari goncangan terbesar (hari kiamat), ditaruh di atas kepalanya sebuah mahkota mutu manikam, di sana ia lebih baik daripada dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga, dan bisa memberi syafaat kepada tujuh puluh anggota keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

20. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu Allah (di hari kiamat nanti) tanpa ada bekas sedikit pun dari jihad maka ia bertemu Allah sementara dalam dirinya ada keretakan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

21. Dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa memohon syahadah dengan jujur, maka akan dianugerahkan (syahadah itu).” (HR. Muslim)

22. Dari Utsman bin Affan, Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa melakukan ribath fi sabilillah (berjaga di medan jihad) satu malam, maka (nilainya) seperti seribu malam dari puasa dan shalatnya.” (HR. Ibnu Majah)
23. Dari Abi Darda’ ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Satu kali peperangan di laut itu seperti sepuluh kali peperangan di darat. Dan orang yang bergumul di laut (dalam rangka jihad) adalah seperti orang yang berlumuran darahnya fi sabilillah.” (HR. Ibnu Majah)

Yang dimaksud bergumul di laut pada hadits ini ialah orang yang diguncang dan diombang-ambing kan kapal (dalam rangka jihad). Ini merupakan isyarat tentang keutamaan perang di laut dan mengkonsentrasikan umat akan wajibnya menjaga batas-batas territorial dan memperkuat angkatan laut. Hal itu bisa juga dianalogikan dengan udara maka Allah akan melipatgandakan pahala bagi para pejuang di udara.

24. Dari Jabir bin ‘Abdillah berkata, “Ketika Abdullah bin Amru bin Hizam terbunuh dalam perang Uhud, Rasulullah bersabda, ‘Wahai Jabir, maukah kamu saya beri tahu tentang apa yang difirmankan Allah kepada ayahmu?’ saya (Jabir) menjawab, ‘ya.’ Rasulullah saw. Bersabda, ‘Tidaklah Allah itu berfirman kepada seseorang kecuali dari balik hijab, sementara Dia berfirman kepada ayah Anda dalam keadaan (ayah Anda) berjihad. Maka Allah berfirman, ‘Wahai hamba-Ku berharaplah kepada-Ku, niscaya akan Aku beri.’ Ia (hamba tadi) berkata, ‘Wahai Rabb-ku, hidupkanlah aku, kemudian aku terbunuh dijalan-Mu untuk kedua kalinya.” Dia berfirman, ‘Sesungguhnya telah terlanjur bahwa mereka tidak akan dapat dikembalikan (ke dunia lagi).’ Ia (hamba tadi) berkata, ‘Wahai Rabbku, beritahukanlah kepada orang-orang setelahku.’ Maka Allah menurunkan ayat berikut, ‘Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahwa mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rezki (Ali Imran: 169).” (HR. Ibnu Majah)

25. Dari Anas, dari ayahnya ra., dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau bersabda, “Aku mengantarkan seorang mujahid fi sabilillah, maka aku persiapkan kuda tunggangannya di waktu pagi maupun sore, itu lebih baik bagiku daripada dunia seisinya.” (HR. Ibnu Majah) mempersiapkan di sini adalah membantu menyiapkan.

26. Dari Abi Hurairah ra. berkata, Rasulullah bersabda, “Duta Allah itu tiga. Pejuang, haji, dan orang yang berumrah.” (HR. Muslim)

27. Dari Abu Darda berkata, Rasulullah bersabda, “Seorang syahid itu bisa memberi syafa’at kepada tujuh puluh anggota keluarganya.”

28. Dari Abdullah bin Umar ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jika kalian berjual beli dengan nasi’ah (riba nasi’ah, pent), mengikuti ekor sapi (diperbudak harta benda), sibuk dengan bercocok tanam, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian, yang kehinaan itu tidak akan tercabut dari diri kalian kecuali jika kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dan dinisbahkan Al-Hakim)

29. Dari Abu Hurairrah ra. Berkata, “Rasulullah bersama para sahabatnya bertolak ke Badar, sehingga mendahului orang-orang musyrik. Setelah itu datanglah orang-orang musyrik. Maka Rasulullah bersabda (kepada tentara kaum muslim), ‘Bangkutlah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.’ Umair bin al-Hammam berkata, ‘Apa yang menyebabkan kamu berkata ‘bukh… bukh…’?’ Umair menjawab, ‘Bukan ya Rasulullah, aku hanya ingin menjadi orang yang termasuk di dalamnya.’ Rasulullah bersabda, ‘kau termasuk di dalamnya.’ Perawi (Abu Hurairah) berkata, ‘Kemudian dia mengeluarkan korma dari tangkainya seraya memakannya, kemudian berkata, ‘Seandainya saya hidup dengan memakan korma ini, maka itu adalah kehidupan yang panjang.’ Maka ia lemparkan kurma yang ada di sisinya, kemudian berperang, sampai akhirnya terbunuh.” (HR. Muslim)

30. Dari Abu Imran berkata, “Kami berada di kota Romawi. Kaum muslimin pun keluar menghadapi mereka dengan jumlah yang sebanding, bahkan lebih banyak. Penduduk Mesir dikomandani oleh Uqbah bin Amir, sementara jamaah (dari Anshar) dipimpin oleh Fudhalah bin Ubaid. Tiba-tiba salah seorang dari tentara kaum muslimin masuk menerobos barisan tentara Romawi, sampai berada di tengah-tengah mereka. Kaum muslimin yang lain berteriak seraya mengatakan, ‘Ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam binasaan.’ Saat itulah Abu Ayyub Al-Anshari bangkit seraya berkata, ‘Wahai sekalian manusia, demikianlah kalian menta’wilkan ayat tadi. Sesungguhnya ayat itu turun kepada kami orang-orang Anshar di saat Allah memenangkan Al-Islam dan memperbanyak pengikutnya.’ Saat itu sebagian dari kami berbisik kepada sebagian yang lain tanpa sepengetahuan Rasul Allah, ‘Sesungguhnya harta-harta kita telah musnah dan Allah telah memenangkan Islam ini serta memperbanyak pengikutnya. Alangkah seandainya kita urus lagi harta-harta kita dan mengembalikan yang telah musnah.’ Maka Allah menurunkan ayat kepada Nabi-Nya untuk membantah uneg-uneg kami tersebut, ‘Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan…’ (Al-Baqarah: 195) Maka yang dimaksud kebinasaan adalah mengurus dan memperbaiki kondisi ekonomi, sementara meninggalkan jihad.” Demikianlah Abu Ayyub terus-menerus berjihad sampai akhirnya wafat dan dimakamkan di negeri Romawi.” (HR. Tirmidzi)

Lihatlah wahai saudaraku, ketika Abu Ayyub mengucapkan hal ini, beliau telah memasuki usia senja, telah melewati masa muda. Namun kendati demikian, ruh, dan keimanannya pantas dijadikan teladan bagi sebuah masa muda yang kuat dengan dukungan Allah dan kemuliaan Al-Islam.

31. Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mati (dalam keadaan) belum pernah berperang dan tidak terbesit dalam benaknya keinginan berperang, maka ia mati dalam keadaan munafik.” (HR. Muslim dan Abu Daud. Hadits-hadits yang se makna dengan hadits ini banyak jumlahnya)

Hadits-hadits tentang hal itu dan yang sejenisnya, dan juga hadits tentang keutamaan perang di laut daripada di darat, perang terhadap Ahli Kitab, demikian pula hadits-hadits tentang rincian hukum perang, sungguh jauh lebih banyak daripada hanya sekadar dituliskan dalam berjilid-jilid buku. Kami tunjukkan kepada Anda sebuah kitab, yakni Al ‘Ibrah fi ma Warada ‘anillahi wa Rasulihi fi Ghazwi wa; Jihad wal Hijrah, oleh As-Sayyid Hasan Shadiq Khan, sebuah buku yang memang khusus membahas masalah ini; juga kitab Masyari’ Al-Asywaq ilaa Mashari’ Al-Isyaq wa Mutsirul Gharam ila Darisallam. Dan juga di semua kitab hadits pada bab “Al-Jihad”, kita bisa melihat lebih banyak lagi.

HUKUM JIHAD MENURUT PARA AHLI FIQIH

1. Penulis buku Majm’ul Anhar fi Syarhi Multaqal Abrar menetepkan hukum-hukum jihad dalam Mazhab Hanafi seraya berkata, “Jihad-dalam pengertian secara bahasa- adalah pengerahan segenap potensi dengan ucapan dan tindakan. Sedangkan menurut syariat, ia berarti memerangi orang kafir dan sebangsanya, dengan memukulnya, merampas hartanya, menghancurkan tempat ibadahnya, dan memusnahkan berhala-berhala nya. Itu dikehendaki sebagai usaha untuk mengkuhkan agama dengan memerangi ahlil harb dan ahluzh zhimmah jika mereka membatalkan janji, dan memerangi kaum murtad yang merupakan se kotor-kotor orang kafir, untuk memutuskan setelah menetapkan. di samping itu, juga memerangi orang-orang yang durjana. “Memulai dari kita” adalah fardhu kifayah. Artinya, wajib bagi kita untuk memulai dalam memerangi mereka setelah sampainya dakwah meskipun dalam memerangi mereka setelah sampainya dakwah meskipun mereka tidak memerangi kita. Imam wajib mengirimkan pasukan ke darul harb setiap tahun sekali (atau dua kali) dan masyarakat wajib membantunya. Jika sebagian dari mereka telah menunaikannya, maka sebagian yang lain gugur kewajibannya. Jika dengan sebagian tersebut ternyata belum mencukupi, maka wajib bagi sebagian yang terdekat dan terdekat berikutnya. Jika tidak mungkin mencukupi kecuali dengan seluruh masyarakat, maka ketika itu ia menjadi fardhu ‘ain sebagaimana shalat. Adapun tentang hukum fardhu nya, Allah swt. berfirman,. “Maka perangilah orang-orang musyrik.” Juga sabda Rasulullah saw., “Jihad itu hukumnya tetap hingga hari kiamat.” Kerananya, jika semua meninggalkannya, semua berdosa. Hingga sabdanya, “Maka apabila musuh dapat menaklukkan salah satu negeri Islam, atau sebagian dari wilayahnya, jadilah ia fardu’ain, kecuali untuk wanita dan budak tanpa izin suami dan majikan. Juga perkecualian untuk anak sampai ia diizinkan oleh orang tuanya dan orang berutang sampai mendapatkan izin dari penghutangnya.”

Dalam buku Al-Bahr disebutkan, “Seorang wanita muslimah yang tertawan di timur wajib bagi masyarakatnya yang di barat untuk melepaskannya, selama ia tidak berada di benteng musuh.”

2. Berkata pengarang buku Bulghatus Salik Liaqrabil Masalik fi Mazhabil Imam Malik, “Jihad di jalan Allah demi meninggikan kalimah-Nya setiap tahun adalah fardhu kifayah; jika sebagian sudah menunaikan, maka sebagian yang lain gugur kewajibannya. Ia menjadi fardu ‘ain (sebagaimana wajibnya shalat dan puasa) dengan penetapan dari Imam dan serangan musuh di tengah kaum. Ia ditetapkan (wajibnya) untuk kaum tersebut dan kemudian kepada masyarakat yang terdekat jika tidak mampu menghadapi. Pada kondisi ini ditetapkan pula untuk wanita dan budak meskipun tidak diizinkan oleh suami dan majikan, juga ditetapkan atas pemilik utang meski dihalang oleh penghutangnya. Ia ditetapkan juga karena nazar. Orang tua hanya boleh menghalangi anaknya dalam fardhu kifayah. Pembebasan tawanan muslim dari tangan ahlul harb, jika ia tidak memiliki harta sebagai tebusannya, adalah fardhu kifayah, meskipun-sebagai penebusnya-harus menghabiskan harta seluruh kaum muslimin.”

3. Dalam matan Al-Manhaj oleh imam Nawawi Asy-syafi’i disebutkan, “Jihad pada masa Rasulullah saw. Adalah fardhu kifayah, dikatakan juga fardhu ‘ain. Adapun masa setelahnya, untuk orang-orang kafir, ada dua keadaan:
Pertama, jika mereka berada di negerinya sendiri, jihad hukumnya fardhu kifayah, jika sudah ada dari kaum muslimin yang menunaikan dan mencukupinya, gugurlah kewajiban ini dari yang lain.

Kedua, jika mereka masuk ke negeri kira, maka kewajiban bagi warga Negaranya yang mampu untuk mempertahankannya. Jika suasana mengharuskan adanya peperangan, wajib bagi yang mampu untuk melakukannya, meskipun mereka kaum fakir miskin, anak, dan penghutang, tanpa meminta izin kepada siapa pun.

4. Dalam buku Al-Mughniy karangan Ibnu Qudamah Al-Hambali disebutkan, “Jihad adalah fardhu kifayah; jika sebagian telah melakukannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Dan ditetapkan keputusan selanjutnya dalam tiga keadaan:

Pertama, jika kedua pasukan telah berhadap-hadapan maka haram bagi orang yang hadir ditempat itu untuk lari. Wajib baginya berperang.

Kedua, jika orang-orang kafir masuk dalam suatu negeri, maka diwajibkan kepada warganya untuk mempertahankan dan memeranginya.

Ketiga, jika imam meminta masyarakat untuk berperang, maka wajib bagi mereka untuk memenuhi panggilan ini bersamanya. Jihad dilakukan minima setahun sekali.

Abu Abdullah, yakni Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Saya tidak mengetahui suatu amal yang lebih utama-setelah ibadah-ibadah wajib-kecuali jihad, dan perang di laut itu lebih utama daripada perang di darat.”

Berkata Anas bin Malik ra., “Suatu saat Rasulullah saw. Tertidur lalu bangun dan tertawa. Berkata Ummu Haram, ‘Apa yang membuat engkau tertawa wahai Rasulullah?’ Rasulullah saw. Menjawab, ‘Sekelompok umatku memperlihatkan kepadaku tatkala jihad di jalan Allah. Mereka menaiki kapal laut sebagaimana raja-raja di atas singgasana.’” (Muttafaq ‘alaihi) Di penghujung hadits ini Ummu Haram meminta kepada Nabi saw. Agar mendoakan kepada Allah supaya dirinya termasuk dalam rombongan itu. Rasulullah saw. Pun mendoakannya. Pada saat pembebasan kota Cyprus, Ummu Haram ikut di armada laut kaum muslimin. Beliau meninggal dan dimakamkan di sana. Di sana kini ada sebuah masjid dan makam yang dinisbatkan kepadanya (Ummu Haram ra.).

5. Berkata Ibnu Hazm Asz-Dzahiri dalam Al-Muhalla-nya, “Jihad adalah fardhu bagi kaum muslimin. Jika sudah ada sekelompok orang yang memerangi orang di negerinya dan melindungi pertahanan kaum muslimin darinya maka gugurlah kewajiban bagi sebagian yang lain. Jika tidak fardhu tentu Allah saw. tidak berfirman, “Pergilah berperang, baik dalam keadaan ringan maupun berat dan berperanglah dengan harta dan jiwa kalian.” Atau kecuali musuh telah merusak dalam wilayah kaum muslimin maka saat itu setiap orang yang mampu wajib membantu perjuangan, baik diizinkan oleh orang tua maupun tidak. Tentu saja ada perkecualian, jika dengan kepergiannya itu kedua orang tua atau salah satunya menjadi terlantar. Ia tidak boleh meninggalkan orang tuanya dalam keadaan terlantar.

6. Berkata Syaukani dalam buku Sailul Jarar, “Dalil-dalil tentang wajibnya jihad dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul sangatlah banyak jika dituliskan di sini. Namun ia tidaklah fardhu kecuali kifayah; jika sudah ada sebagian yang menunaikan maka yang lain telah gugur kewajibannya. Adapun sebelum ada yang menunaikan, ia fardhu ‘ain bagi setiap mukallaf. Demikian juga wajib hukumnya bagi orang yang diminta berangkat jihad oleh imam, ia berangkat, dan ia mendapatkan ketetapan hukum wajib dengannya.

Demikianlah, engkau kini mengerti bagaimana bahwa seluruh ahlul ‘ilmi; bagi para mujahid maupun muqallid-nya, baik ulama salaf maupun khalaf nya, sepakat bahwa jihad adalah fardhu kifayah bagi umat Islam untuk menyebarkan dakwah, dan fardhu ‘ain untuk mempertahankan serangan kaum kuffar. Umat Islam kini, sebagaimana kita tahu, dalam keadaan terhina di hadapan kaum kuffar dan menjadi objek hukum mereka. Tanah air mereka telah diinjak-injak, kehormatan mereka telah dinodai, urusan mereka diatur oleh undang-undang musuh, dan syiar-syiar agama mereka pun terlantar di negeri mereka sendiri. Keadaan serupa ini masih ditambah dengan lemahnya kemampuan mereka menyebarkan dakwahnya. Dengan adanya kenyataan ini, maka wajiblah bagi setiap muslim (dengan wajib ‘ain) untuk mempersiapkan diri dan mengokohkan niat dalam rangka menghadapi jihad sampai datangnya kesempatan untuk itu, kemudian Allah akan menentukan keputusan-Nya untuk kita.

Sebagai pelengkap bagi pembahasan ini barangkali tidak ada buruknya saya sampaikan bahwa kaum muslimin di setiap masa-sebelum masa sekarang, yang penuh kegelapan dan telah padam bara jihad umatnya-tidak pernah meninggalkan jihad; dari para ulama, ahli tasawuf, hingga para pekerjanya. Mereka semua dalam kesiapan penuh untuk berjihad.

Lihatlah Abdullah bin Mubarak, seorang faqih yang zuhud, dia telah mempersembahkan sebagian besar waktunya untuk jihad. Demikian halnya dengan Abdullah Wahid bin Zaid, yang ahli tasawuf dan zuhud. Ada lagi Syaqiq Al-Balkha. Guru besar tasawuf itu berangkat bersama-sama muridnya untuk berjihad. Simak pula sejarah hidup Al Buadrul ‘Aini, pensyarah Shahih Bukhari yang faqih dan ahli hadits; isa jihad setahun, belajar setahun, dan berhaji setahun. Demikian juga dengan Al-Qadhi Asad bin Furat Al-Maliki, ia adalah panglima armada angkatan laut pada masanya. Juga Imam Syafi’i, sangat dikenal dengan kemampuannya “melempar” sepuluh kali tanpa melesat sekalipun”.

Demikianlah orang-orang salaf kita, lalu di manakah posisi kita di hadapan sejarah yang agung ini?

UNTUK APA MUSLIMIN BERPERANG?

Pernah datang suatu masa di mana manusia mencela Islam karena wajibnya jihad dan pembenaran nya atas perang, sampai terwujudnya apa yang termaktub dalam Al-Qur’an, “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. (Fuslihat: 53)

Maka kini mereka mengakui bahwa “mempersiapkan diri untuk perang adalah yang paling menjamin bagi terwujudnya perdamaian”. Allah swt. mewajibkan kepada kaum muslimin bukan sebagai alat pemusnah orang kafir atau sarana bagi kepentingan pribadi, tetapi sebagai perlindungan bagi dakwah dan jaminan bagi perdamaian, selain sebagai media untuk menunaikan misi (risalah) agung yang dipikulkan di pundak kaum muslimin; misi hidayah bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Islam, sebagaimana ia mewajibkan perang, ia juga sangat concern kepada perdamaian. Allah swt. berfirman, “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. (Al-Anfal: 61)

Seorang muslim, tatkala ia keluar untuk berjihad, di benaknya ada satu pikiran; berjihad agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi. Agamanya pula melarang ia mencampuri niat yang suci ini dengan maksud-maksud lain; demi pangkat, demi ketenaran, demi harta, demi meraup ghanimah, atau demi memenangkan peperangan tanpa peduli kebenaran. Semua itu haram baginya. Yang halal hanyalah satu urusan; mempersembahkan darah dan nyawanya sebagai tebusan bagi aqidahnya dan demi menegakkan hidayah bagi seluruh umat manusia.

Dari Al-Harits bin Muslim bin Al-Harits dari ayahnya berkata, “Rasulullah mengutus kami dalam sebuah pasukan, ketika sampai ditempat penyerbuan, saya pacu kuda tunggangan, sehingga saya mendahului teman-teman saya yang lain. Tiba-tiba saya bertemu dengan penduduk kampung dalam keadaan menangis, saya katakan kepada mereka, ‘ucapkan la ilaha ilallah, niscaya kamu akan dilindungi.’ Kemudian mereka mengucapkannya. Teman-teman banyak yang menyesalkan apa yang telah saya lakukan seraya berkata, ‘kau telah menghalangi kami untuk mendapat ghanimah.’ Ketika kami datang kepada Rasulullah saw, mereka menceritakan kepada beliau apa yang telah saya perbuat. Rasulullah kemudian memanggil saya dan menganggap baik apa yang telah saya lakukan, kemudian beliau bersabda, ‘Ingatlah, sesungguhnya Allah telah mencatat bagimu pahala setiap orang sekian…dan sekian.’ Beliau juga bersabda, ‘Sedangkan aku, maka akan kutulis untukmu wasiat setelahku.’ Maka beliau lakukan dan beliau tanda tangani serta menyerahkan wasiat itu kepadaku.” (HR. Abu Daud)

Dari Syadad bin Al-Hadi ra. bahwasanya ada seorang laki-laki dari suku Badui dan datang beriman kepada Nabi saw. Kemudian dia berkata, “Aku akan hijrah bersamamu” Rasulullah kemudian memberitahukan hal ini kepada sebagian sahabatnya. Dan adalah suatu ketika, selesai perang kaum muslimin mendapat ghanimah, di sana terdapat Rasulullah saw. Maka ia pun (orang tadi) mendapat bagian (dari ghanimah itu). Ia bertanya, “Apa ini?” Rasulullah menjawab, “ini bagianmu” ia berkata, bukan karena ini aku mengikutimu, aku mengikutimu gar aku terkena anak panah ke sini (ia mengisyaratkan ke arah lehernya), maka aku mati dan masuk surga.” Rasulullah bersabda, “Jika kamu jujur kepada Allah (dalam hal ini) maka Allah akan mengabulkannya.” Mereka istirahat sejenak, kemudian menuju sebuah peperangan menghadapi musuh. Maka orang tadi dibawa ke hadapan Rasulullah saw. Dalam keadaan terkena anak panah di bagian leher seperti yang ia isyaratkan sebelumnya. Rasulullah bertanya, “Apakah ini orang tadi?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya” Rasulullah bersama, “ia telah jujur kepada Allah, maka Allah mengabulkannya.” Kemudian ia dikafani dengan jubah Rasulullah saw. kemudian Rasulullah, kemudian Rasulullah mensolatinya. Dan di antara doa yang ada dalam shalat beliau. “Ya Allah ini adalah hamba-Mu, keluar dalam rangka berhijrah di jalan-Mu, maka dia terbunuh dalam keadaan syahid dan aku adalah saksi atas hal itu.” (HR. An-Nasa’i)

Dari Abu Hurairah bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasul Allah ada orang yang menginginkan jihad fi sabilillah, sementara dia menghendaki perhiasan di dunia?” Rasulullah menjawab, “Ia tidak mendapatkan pahala apa-apa.” Pertanyaan itu diulang sampai tiga kali dan setiap kali selalu dijawab oleh Rasulullah, “Ia tidak mendapatkan pahala apa-apa.” (HR. Abu Daud)

Dari Abu Musa berkata, Rasulullah ditanya tentang orang yang berperang karena ingin disebut pemberi, orang yang berperang dalam rangka membela fanatisme dan orang yang berperang karena ‘riya’, manakah di antara mereka itu yang fi sabilillah? Rasulullah menjawab, “Barangsiapa berperang agar kalimat Allah itu tinggi, maka dia fii sabilillah. (HR. Imam yang lima)

Jika Anda membaca sejarah dan perilaku para sahabat di berbagai negeri sampai mereka menaklukkannya, niscaya Anda akan tahu puncak kesucian mereka dari berbagai macam ambisi, hawa nafsu, dan poros pergerakan mereka yang hanya bertumpu pada satu tujuan asas, yakni membimbing makhluk kepada Al-Haq, sampai kalimat Allah tegak. Anda pun akan bisa tahu betapa salahnya tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada mereka, bahwa mereka berjihad tidak lain hanyalah menginginkan dominasi atas bangsa-bangsa, menebarkan feudalism dan ambisi untuk memperoleh keuntungan financial.

KASIH SAYANG DALAM JIHAD ISLAM

Allah swt. mengharamkan permusuhan. Allah swt. berfirman, “Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Maidah: 87)

Allah swt. memerintahkan bersikap adil, meskipun kepada musuh. Firman-Nya, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu dekat kepada taqwa.” (Al-Maidah: 8)

Dan Allah membimbing kaum muslimin menuju kasih sayang yang paripurna. Mereka, ketika berperang tidak melampaui batas, tidak bertindak aniaya, tidak menyiksa tubuh musuh, tidak mencuri, tidak merampok harta, tidak melukai kehormatan, dan tidak membuat derita. Di kala perang, mereka adalah sebaik-baik pasukan perang, dan di kala damai, mereka adalah sebaik-baik pelaku perdamaian.

Dari Buraidah ra. berkata, “Rasulullah saw. jika memerintahkan panglima pasukan perang, ia berwasiat kepadanya secara khusus tentang taqwa kepada Allah, dan kepada orang-orang yang bersamanya tentang kebaikan, kemudian berkata, ‘Berperanglah dengan nama Allah dijalan Allah, perangilah orang yang kafir kepada Allah, perangilah jangan melampaui batas, jangan berkhianat, jangan menyiksa, dan jangan membunuh anak-anak.’” (HR.Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Jika salah seorang dari kalian berperang jauhilah wajah. (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud ra. berkata, bersabda Rasulullah saw., “Pembunuhan yang paling ringan adalah yang dilakukan oleh ahlul iman.” (HR Abu Daud)

Dari Abdullah bin Yazid Al-Anshari ra. berkata, “Rasulullah saw. melarang umatnya merampas dan menyiksa.” (HR. Bukhari)

Demikian juga Rasulullah saw. melarang pembunuhan-dalam perang-terhadap wanita, anak-anak, orang-orang tua, menyiksa orang-orang yang terluka, serta memfitnah para rahib dan orang-orang yang mengasingkan diri dari medan peperangan.

YANG TERMASUK JIHAD

Telah sering kita dengar dari kalangan muslimin bahwa memerangi musuh adalah ‘jihad kecil’. Adapun ‘jihad besar’ adalah memerangi hawa nafsu. Banyak yang berdalih dengan sebuah riwayat, ‘kita pulang dari jihad kecil menuju jihad besar.” Para sahabat bertanya, “Apakah jihad besar itu?” Rasulullah saw. menjawab, ‘Jihad terhadap hati atau jihad melawan hawa nafsu.”

Dengan hadits ini, sebagian orang bermaksud memalingkan orang lain dari memahami pentingnya jihad, persiapan untuknya tekad untuk menegakkannya, dan menyiapkan berbagai sarannya. Adapun riwayat hadits di atas sebenarnya bukanlah hadits shahih. Berkata Amirul Mukminin dari hadits Al-Hafidz ibnu Hajar dalam Tasdidul Qaus, “Hadits itu memang sangat masyhur, Namun sebenarnya ia adalah ucapan Ibrahim bin ‘Ablah.”

Berkata Al-Iraqi dalam takhrij hadits-hadits Ihya’Ulumuddin, “Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad dha’if dari Jabir. Dan diriwayatkan oleh Khatib dalam tarikhnya dari Jabir, ‘Jika saja hadits ini shahih, maka sama sekali tidak benar jika dipahami sebagai memalingkan orang dari jihad dan persiapan bagi penyelamatan negeri kaum muslimin. Namun artinya adalah kewajiban bagi seseorang untuk memerangi dirinya sehingga bersih lah seluruh amalnya hanya karena Allah. Maka yang demikian itu, ketahuilah.’”

Ada beberapa hal yang termasuk jihad, yakin amal ma’ruf nahi munkar. Telah disebutkan dalam sebuah hadits, “Seagung-agung jihad adalah kata-kata hak yang diucapkan di hadapan penguasa yang jahat.”

Namun semua itu tidak akan menjadikan pelakunya memperoleh syahid kubra (syahid besar) dan mendapat pahala mujahidin, sebagaimana jika ia berperang atau diperangi di jalan Allah.

Sunday, January 24, 2010

NERAKA JAHANNAM

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik sahaja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras."
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan sahaja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.


YA ALLAH,AKU TIDAK LAYAK KE SYURGAMU,TETAPI AKU JUGA TIDAK SANGGUP MENANGGUNG SIKSA NERAKA MU..AMPUNILAH AKU,REDHAILAH AKU.

JANGAN MENYIKSA DIRI

Allah S.W.T menciptakan dunia seisinya untuk kemudahan manusia itu sendiri, oleh itu hendaklah manusia memanfaatkannya.

Sahabat Anas menceritakan bahawa satu hari Rasulullah S.A.W melihat seorang yang dipapah oleh kedua orang anaknya menunaikan haji dengan berjalan kaki.
Apabila melihat keadan itu maka baginda betanya, "Mengapa dengan orang ini?"
Dua anak itu berkata, "Dia bernazar hendak menunaikan haji dengan berjalan kaki."
Rasulullah berkata, "Sesungguhnya Allah S.W.T tidak memerlukan orang yang menyiksakan dirinya." Ketika itu juga Rasulullah memerintahkan kepada orang itu agar naik kenderaan untuk menunaikan haji.

Dalam satu peristiwa lain, seseorang menziarahi tuan gurunya yang sudah lama berpisah, dia berjalan kaki beberapa batu ke rumah gurunya dengan maksud untuk mendapat pahala yang lebih. Setiba di rumah gurunya itu, tuan guru itu bertanya, "Kamu datang dengan apa?"
Anak murid itu berkata, "Saya berjalan kaki."

Apabila tuan guru itu mendengar jawapan anak muridnya itu dia berkata : "Allah telah menciptakan kuda, baghal dan keldai agar kamu mengenderainya."

Saturday, January 23, 2010

Rumah Jauh Dari Masjid/Pendamping

1.Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya:”Rumah kami jauh dari masjid. Kerana itu kami ingin membeli rumah yang dekat dengan masjid. Tetapi Rasulullah s.a.w melarang kami, sabdanya:”Untuk setiap langkah yang kamu langkahkan ke masjid, kamu mendapat imbalan satu darjat.”
(Muslim)

2.Dari Abdullah bin Mas’ud r.a katanya:”Tidak seorangpun di antara kamu melainkan telah ada jin yang ditugaskan pemimpinnya untuk selalu menggodanya:”Para sahabat bertanya:”Anda juga ya Rasulullah?” Jawab baginda:”Ya. Aku juga. Tetapi Allah selalu melindungiku dari godaan mereka sehingga mereka yang menggodaku akhirnya Islam (menyerah). Kerana itu mereka tidak berani menyuruhku melainkan untuk kebaikan.”

(Muslim)

Huraian Hadis(2)

Setiap manusia yang lahir disertakan 'qarin' oleh Allah yang bertugas sebagai 'penggoda' seseorang itu sejak seseorang itu lahir hinggalah saat kematiannya. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadith di atas, Qarin adalah dari golongan jin. Ia sentiasa mengajak manusia yang didampingi ke arah kejahatan. Sedangkan sifat manusia itu lemah, mudah lupa menjadi penyebab terjerumusnya manusia ke lembah nista dan kemaksiatan akibat tergoda dengan hasutan qarin ini. Hanya Rasulullah s.a.w sahaja yang tidak dapat digoda oleh Qarin. Dalam al-quran. Allah SWT berfirman: "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (al-quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi qarin (teman yang selalu menyertainya).(az-Zukhruf:36)

Kedatangan Imam Mahadi/Terbuka Hijab Sebelum Meninggal

1.Rasulullah s.a.w bersabda: "Mahadi itu dari keturunanku, dahinya luas, hidungnya mancung; ia akan memenuhi bumi dengan kejujuran, dan keadilan, sebagaimana bumi sebelum itu penuh dengan kezaliman dan kecurangan; ia memerintah selama tujuh tahun."

Abu Sa'id Al-Khudri r.a

2.Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya apabila seseorang kamu mati, didedahkan kepadanya - pagi dan petang - tempat tinggalnya kelak; sekiranya si mati itu dari ahli Syurga maka Syurgalah yang didedahkan kepadanya untuk ia merasai nikmatnya, dan jika ia dari ahli Neraka maka Nerakalah yang didedahkan kepadanya untuk ia merasai azab sengsaranya." Nabi s.a.w bersabda lagi: "Kemudian dikatakan kepada masing-masing: "Inilah tempat tinggalmu yang engkau akan dibawa kepadanya pada hari kiamat."

Ibn Umar r.a

TAKZIAH/ALFATIHAH-SULTAN JOHOR MANGKAT


Sultan Johor, Sultan Iskandar Ibni Almarhum Sultan Ismail, mangkat pada jam 7.15 malam ini di Hospital Pakar Puteri Johor Bahru selepas memerintah hampir tiga dekad. Baginda berusia 77 tahun.

Pengumuman kemangkatan baginda dibuat oleh Menteri Besar Johor, Datuk Seri Abdul Ghani Othman.

Menurut menteri besar, jenazah baginda akan disemadikan di Makam Diraja Bukit Mahmoodiah pada 2 petang esok.

Baginda dikejarkan ke Hospital Pakar Puteri, pagi tadi kerana gering.
Baginda meninggalkan Sultanah Johor, Sultanah Zanariah serta dua putera dan lapan puteri iaitu Tunku Mahkota Johor Tunku Ibrahim Ismail, Tunku Puteri Johor unku Hajah Kamariah, Tunku Besar Tunku Zabedah Aminah, Tunku Hajah Azizah minah Maimunah, Tunku Hajah Mariam Zahrah, Tunku Norani, Tunku Maimunah smailiah, Tunku Bendahara Johor Tunku Abdul Majid Idris Ismail, Paduka Puteri unku Muna Najiah dan Tunku Aminah Kalsom Masera Marian Zahirah.

Baginda yang diputerakan di Istana Semayam, Johor Bahru pada 8 April 1932, dimasyhurkan sebagai Sultan Johor pada 11 Mei 1981.

Tiga tahun kemudian pada 15 November 1984 baginda dilantik sebagai Yang di-Pertuan Agong kelapan.

Sultan Iskandar menerima pendidikan awal di Sekolah Rendah Ngee Heng, Johor Bahru sebelum melanjutkan pelajaran di English College (sekarang Maktab Sultan Abu Bakar) di Johor Bahru dan seterusnya melanjutkan pelajaran di Trinity Grammar School, Australia pada usia 16 tahun sebelum ke Devon Technical College, England lima tahun kemudian.

Setelah menamatkan pengajian pada 25 Januari 1956, baginda pulang ke Johor pada 1956 dan terus berkhidmat sebagai pegawai tadbir dalam Perkhidmatan Awam Negeri Johor sehingga 1959.

Sultan Iskandar dilantik Tengku Mahkota Johor pada 8 Mei 1959 berikutan kemangkatan nenda baginda, Almarhum Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Abu Bakar di London.

Pada Disember 1966, baginda dilantik Raja Muda Johor oleh ayahanda baginda dan turut menceburkan diri dalam bidang perniagaan dengan menubuhkan beberapa syarikat seperti Mados Enterprises dan Mados-Cito-Daiken.

Pada 10 Mei 1981, baginda dilantik Pemangku Raja pada 11 Mei 1981, selepas Sultan Ismail gering dan dimasyhurkan sebagai Sultan Johor keempat dalam sejarah Johor moden.

Petang tadi, putera sulung baginda Tunku Mahkota Johor Tunku Ibrahim Ismail dimasyhurkan Pemangku Raja dan istiadat mengangkat sumpah diadakan di Istana Besar Johor.

Manakala pemasyhuran Sultan Johor yang baru akan dilaksanakan di Istana Besar Johor sebelum upacara pemakaman jenazah Almarhum Sultan Iskandar petang esok.

Sementara itu, Bernama melaporkan, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak merafak takziah kepada kerabat diraja Johor di atas kemangkatan Sultan Johor Sultan Iskandar malam ini.

"Saya bagi pihak kerajaan dan rakyat merakamkan rasa dukacita dan ucapan takziah kepada Duli Yang Maha Mulia Sultanah Zanariah dan anakanda-anakanda serta kerabat baginda di atas kemangkatan Duli Yang Maha Mulia Sultan Johor," katanya kepada wartawan Malaysia yang membuat liputan lawatan rasmi Perdana Menteri ke India selama lima hari sejak Selasa lepas.

Najib berkata: "Baginda Sultan merupakan seorang raja yang amat prihatin terhadap segala perkembangan dalam negerinya dan juga sewaktu baginda menjadi Yang di-Pertuan Agong.

"Baginda memainkan peranan yang besar dalam pembangunan dan kejayaan negeri Johor dan selalu menekankan betapa pentingnya rakyat Malaysia bersatu padu," kata Perdana Menteri.

Berikutan kemangkatan Sultan Johor, Najib memendekkan lawatannya ke India dan berlepas pulang ke tanah air pada pukul 8.30 malam ini waktu tempatan dan dijangka tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang awal pagi esok.

Mengikut jadual, Najib sepatutnya berlepas pulang petang esok.

SUMBER: MALAYSIAKINI

Friday, January 22, 2010

KELEWATAN LAGI DIPIHAK KERAJAAN- Dua surau di Muar dibakar, dipercayai perbuatan khianat

Nampaknya tragedi gareja dibakar tidak memberi kesedaran kepada pihak kerajaan untuk mengambil tindakan secepat yang mungkin apabila surau di Muar dibakar.Seharusnya pihak kerajaan mengeluarkan kenyataan dengan segera jika benar-benar serius untuk menghentikan keganasan ini.

Thursday, January 21, 2010

RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"
Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-

1. bertaubat
2. menyesali dosa yang dilakukan
3. tidak tergila-gilakan dunia
4. tidak mencari / mengharap pujian orang (riya')
5. tinggalkan sifat berbangga
6. tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."
Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Wednesday, January 20, 2010

KELEBIHAN AYAT KURSI (AMALKANLAH)

Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."
Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"
Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."

Umat-umat dahulu hanya sedikit sahaja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.

Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.

Ikhwan Muslimin mengumumkan Mursyid Am baru Dr Muhammad Badi’ Abdul Majid Samy


KAHERAH, 20 Jan: Ikhwan Muslimin telah mengumumkan Mursyid Am barunya iaitu Dr Muhammad Badi’ Abdul Majid Samy, 67 tahun.
Beliau adalah Mursyid Am kelapan bagi jemaah Ikhwan Muslimin yang diasaskan oleh Mursyid Am Pertama, Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1928. Dr Muhammad Badi’ (GAMBAR) menggantikan Mursyid Am KeTujuh, Ustaz Mahdi Akef yang tidak berhasrat menyambung jawatannya apabila umurnya melebihi 80 tahun.Dr Muhammad Badi’ dilahirkan pada 7 Ogos 1943 di Al-Mahalla Al-Kubra, negeri Al-Gharbiyah, Mesir. Isteri beliau bernama Sumaiyah Asy-Syanawy, bekas pengetua Madrasah Ad-Dakwah Al-Islamiyah di Bani Suef, Mesir.
Beliau adalah anak kepada Haji Muhammad Ali Asy-Syanawy yang merupakan generasi awal Ikhwan Muslimin dan termasuk yang dijatuhkan hukuman mati oleh kerajaan taghut Mesir dibawah Presiden Jamal Abdul Nasir pada tahun 1954 tetapi kemudiannya diringankan kepada penjara seumur hidup. Mereka dikurniakan tiga orang anak, Ammar, Bilal dan Dhuha.Ustaz Mahdi Akef mengumumkan nama Dr Mohd Badi’ Abd Majid Saamy sebagai Mursyid Am Ikhwan Muslimin kelapan dalam sidang akhbar antarabangsa di Kaherah, Mesir jam 11.00 am (waktu Mesir) tadi.

Tuesday, January 19, 2010

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

GEGARAN DEMI GEGARAN(BERTAUBATLAH)

و إذا أردنا أن نهلك قرية أمرنا مترفيها ففسقوا فيها فحق عليها القول فدمرناها تدمير

(QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

و إن من قرية إلا نحن مهلكوها قبل يوم القيامة إو معذبوها عذابا شديدا كان ذلك في الكتاب

(QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

كدأب آل فرعون و الذين من قبلهم كفروا بأيات الله فأخذهم الله بذنوبهم إن الله قوي شديد العقاب

(QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Ayat – ayat di atas jelas menunjukkan azab dan musibah yang Allah swt timpakan ke atas sesebuah negara atau negeri kerana penghuninya derhaka kepada Allah swt . Ia boleh berlaku dan telah berlaku di hadapan mata kepala kita biarpun jauh di negara orang untuk menjadi iktibar buat seluruh ummat manusia .

Ayat – ayat Allah ini merupakan sistem amaran awal yang perlu diambil perhatian oleh seluruh ummat manusia supaya menjauhi segala perbuatan mungkar dan maksiat yang dimurkai oleh Allah.Gempa di Indonesia,dan beberapa negara lain diseluruh dunia tetapi tidak mustahil ia boleh berlaku di negara kita Malaysia pula pada bila – bila jika maksiat dan mungkar makin membarah .

seluruh rakyat negara ini kembalilah kepada Islam(Al-Quran dan Sunnah) sekaligus jauhilah maksiat dan mungkar zina , pergaulan bebas , pendedahan aurat , judi , arak , rogol , rompak , samun , rasuah , salah guna kuasa , zalim dan 1001 perkara mungkar,agar seluruh rakyat dan negara di berkati dan dirahmati oleh Allah swt .

USTAZ HARUN TAIB SAKIT TENAT

Bersama-sama kita doakan semoga kesihatan beliau beransur pulih.

Monday, January 18, 2010

PERBUALAN ANTARA RASULULLAH S.A.W DENGAN IBLIS

Telah diceritakan bahawa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat.
Bertanya Rasulullah s.a.w, "Siapakah kamu ini ?"
Orang tua itu menjawab, "Aku adalah iblis."
"Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?"
Orang tua itu menjawab, "Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanyakan kepadaku."

Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, "Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?"

Iblis menjawab, "Lima belas."

1. Engkau sendiri hai Muhammad.

2. Imam dan pemimpin yang adil.

3. Orang kaya yang merendah diri.

4. Pedagang yang jujur dan amanah.

5. Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.

6. Orang Mukmin yang memberi nasihat.

7. Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang.

8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat.

9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.

10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.

11. Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.

12. Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.

13. Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang.

14. Orang yang hafal al-Qur'an serta selalu membacanya.

15. Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.

Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, "Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?"
Jawab iblis, "Sepuluh golongan :-

1. Hakim yang tidak adil.

2. Orang kaya yang sombong.

3. Pedagang yang khianat.

4. Orang pemabuk/peminum arak.

5. Orang yang memutuskan tali persaudaraan.

6. Pemilik harta riba'.

7. Pemakan harta anak yatim.

8. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan solat.

9. Orang yang enggan memberikan zakat/kedekut.

10. Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.

Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia."

Itulah di antara perbualan Nabi dan iblis. Sememangnya kita maklum bahawa sesungguhnya Iblis itu adalah musuh Allah dan manusia. Dari itu hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis, kerana sesiapa yang menjadi kawan iblis bermakna menjadi musuh Allah. Demikianlah sebaliknya, sesiapa yang menjadi musuh iblis bererti menjadi kawan kekasih Allah.

Sunday, January 17, 2010

ALLAH S.W.T. MENOLAK 1 DOA DARI 3 DOA RASULULLAH S.A.W

'Amir bin Said dari bapanya berkata bahawa : "Satu hari Rasulullah S.A.W telah datang dari daerah berbukit. Apabila Rasulullah S.A.W sampai di masjid Bani Mu'awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan solat dua rakaat. Maka kami pun turut solat bersama dengan Rasulullah S.A.W.

Kemudian Rasulullah S.A.W berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah S.W.T :
Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah S.A.W pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang bermaksud : "Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma dia memperkenankan dua perkara sahaja dan satu lagi ditolak.

1. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya ia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah S.W.T.

2. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh s.a). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allah S.W.T.

3. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah tidak diperkenankan (telah ditolak).

KOMEN DDI:Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh(tidak ambil tahu) antara satu sama lain,dan hari ini juga kita melihat ulamak sendiri sukar untuk bersatu,masing-masing mempertahankan hujah tersendiri,dimanakah kesatuan/kesepakatan ulamak yang sebenar??bukan hanya membuat fatwa,dan terus menghilang kerana banyak lagi isu umat islam terutama sekali soal akhlak yang semakin parah.

Kalimah Allah: Majlis Gereja Bantah Dua Undang-Undang Berbeza

PETALING JAYA: Majlis Gereja Malaysia membantah keputusan kerajaan yang hanya membenarkan penganut agama Kristian di Sabah dan Sarawak menggunakan kalimah Allah namun menghalang penggunaannya di Semenanjung.

Presidennya, Rev. Dr Thomas Phillips berkata, tidak logik untuk memperkenalkan dua undang-undang berbeza dalam sebuah negara.
"Sekarang kita amalkan konsep 1Malaysia, kenapa pula perlu ada undang-undang berbeza bagi menangani satu isu yang sama?
"Apa bezanya Sabah dan Sarawak dengan Semenanjung? Pelik rasanya kita perlu adakan undang-undang yang berlainan," katanya.

Beliau berkata demikian sebagai mengulas kenyataan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz yang membenarkan penganut Kristian di Sabah dan Sarawak menggunakan kalimah Allah dalam upacara sembahyang dan keagamaan kerana secara tradisinya ia telah diamalkan sejak dahulu lagi.
Bagaimanapun Mohamed Nazri dilaporkan berkata, penganut Kristian dan pihak gereja di Semenanjung tetap tidak dibenarkan menggunakan kalimah Allah dalam sebarang upacara keagamaan termasuk penerbitan.
Menurut beliau lagi, larangan tersebut turut melibatkan penganut Kristian Sabah dan Sarawak yang tinggal di Semenanjung.

Mengulas lanjut, Dr Thomas yang juga Pengerusi Majlis Perunding Buddha, Kristian, Hindu, Sikh dan Tao berkata, kerajaan perlu mengkaji semula keputusan berkenaan kerana isu tuntutan penggunaan kalimah Allah itu bukan hanya meliputi skop Sabah dan Sarawak sahaja.
"Isu yang sebenarnya ialah bagi gereja-gereja yang menggunakan bahasa kebangsaan sebagai bahasa perantara serta beberapa bahagian dalam penerbitan Herald (Herald-The Catholic Weekly) yang diterjemah ke Bahasa Malaysia.

"Kita memang tak ada masalah bagi gereja yang guna bahasa Inggeris, kita memang tak guna perkataan Allah... tapi yang kita tuntut penggunaannya ialah apabila ia diterjemah ke bahasa Malaysia, jelas sekali ia melibatkan semua negeri di Malaysia," katanya.
Isu penggunaan kalimah Allah telah mengundang reaksi pelbagai pihak termasuk kemarahan umat Islam apabila Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur membenarkan Herald-The Catholic Weekly menggunakan kalimah Allah dalam penerbitannya atas alasan ia mempunyai hak dalam Perlembagaan.

Hakim Datuk Lau Bee Lan menegaskan, Kementerian Dalam Negeri (KDN) telah bertindak secara salah ketika mengenakan larangan penggunaan kalimah Allah dalam penerbitan akhbar mingguan itu.

Bagaimanapun, pada 6 Januari lalu, Lau membenarkan permohonan Menteri Dalam Negeri untuk menangguhkan pelaksanaan keputusan awalnya sementara menunggu Mahkamah Rayuan membuat keputusan rayuan menteri.
Selain itu, Dr Thomas berkata, pihaknya tetap mahu menunggu keputusan mahkamah berhubung perkara berkenaan.
"Lebih baik kita serahkan perkara ini kepada mahkamah, kita nantikan apa keputusannya nanti," katanya.

SUMBER:MSTAR

KOMEN DDI:KERANA KELEMAHAN UMAT ISLAM,TIADA PELAKSANAAN HUKUM ISLAM,KINI KITA JADI LEMAH,ISLAM TIDAK LANGSUNG DIHORMATI.KEMBALILAH KEPADA AL-QURAN DAN SUNNAH.

Saturday, January 16, 2010

TANDA-TANDA KIAMAT(MESTI BACA)

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, "Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?"
Lalu kami menjawab, "Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat."
Sabda Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-

· Asap
· Dajjal
· Binatang melata di bumi
· Terbitnya matahari sebelah barat
· Turunnya Nabi Isa A.S
· Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
· Gerhana di timur
· Gerhana di barat
· Gerhana di jazirah Arab
· Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan 'Ini adalah orang kafir'.

Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.

Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu 'Ini adalah orang yang beriman'. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah 'Ini adalah orang kafir'.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.

Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq"

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat."

Sabda Rasulullah S.A.W, "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamata."

PESANAN DDI:HAMPIR SEBAHAGIAN TANDA-TANDA KIAMAT TELAH BERLAKU,KEMBALILAH KEPADA AL-QURAN DAN SUNNAH.TAMBAHKANLAH TAQWA KITA PADA ALLAH."YA ALLAH MATIKAN LAH AKU DALAM ISLAM,REDHOILAH HIDUPKU"

Port-au-Prince umpama neraka

MAYAT-MAYAT diletakkan di depan rumah mayat sebuah hospital di Port-au-Prince kelmarin.

PORT-AU-PRINCE - Suasana di bandar raya Port-au-Prince kelmarin selepas gempa kuat sekuat 7.0 pada skala Richter pada Selasa lalu kini semakin tegang ekoran bantuan kemanusiaan masih belum tiba manakala penduduk berang kerana gagal mendapat bekalan makanan.
Mangsa-mangsa yang selamat mengumpulkan sejumlah mayat yang ditemui di celah-celah runtuhan ke jalan-jalan raya di bandar raya tersebut.

Menurut seorang jurucakap kemanusiaan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), Elisabeth Byrs, ramai orang tidak makan dan minum hampir 50 jam.
"Jika mereka (penduduk) melihat trak yang membawa sesuatu atau melihat sebuah pasar raya yang ranap, mereka bergegas ke situ untuk mendapat makanan," katanya.
Seorang jurugambar untuk majalah Times, Shaul Schwars berkata, beliau melihat dua jalan raya disekat dengan timbunan mayat mangsa gempa bumi.

Terdapat laporan bahawa kumpulan-kumpulan bersenjatakan parang berkeliaran di kawasan runtuhan bangunan untuk mencari makanan.

Beberapa orang menganggap situasi di Haiti sama seperti gambaran mengenai neraka.
Pengarah sebuah pertubuhan kebajikan kanak-kanak yang dikenali Plan International Haiti, Rezene Tesfamarian berkata: "Terdapat sejumlah orang yang masih terperangkap. Anda boleh mendengar mereka menangis untuk meminta bantuan."
Kira-kira 500,000 orang dipercayai maut dalam gempa bumi itu.
Gempa bumi itu berpusat di bawah bandar raya Port-au-Prince yang didiami oleh dua juta penduduk. - Agensi

Polis buru dalang tipu pelaburan ternak cacing

KULIM- Polis Jabatan Siasatan Jenayah Komersial, Ibu Pejabat Polis Kontinjen (IPK) Negeri Kedah berjaya menahan dua daripada tiga pengarah syarikat disyaki terbabit kegiatan penipuan pelaburan ternakan cacing membabitkan kerugian sehingga RM1.8 juta.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Komersial IPK Kedah, Superintendan Rossne Abd Hamid berkata, selain pengarah, dua kakitangan syarikat berkenaan turut ditangkap di Jitra. Polis masih menjejaki seorang lagi suspek bagi membantu siasatan berkaitan kes sama.

Menurutnya, polis menerima 62 laporan dan jumlah mangsa terlibat mencecah 176 orang. Pelabur Melayu paling ramai terlibat. Polis menerima laporan tentang kegiatan penipuan syarikat ini di Kulim, Sungai Petani, Bentong, Alor Setar dan Kuala Lumpur.

“Polis sedang giat menjalankan siasatan bagi menjejaki seorang lagi suspek yang terlibat dalam kes penipuan ini. Setiap pelabur yang terlibat akan diberikan kontrak dan pembayaran semula akan dibuat tetapi mangsa ditipu dengan menerima cek tendang dari syarikat berkenaan.

Polis telah mengesan empat suspek, dua pekerja yang terlibat dalam penipuan dan dua pengarah yang menjalankan operasi syarikat berkenaan. Sehingga kini usaha menjejaki seorang suspek yang dilaporkan menghilangkan diri sedang giat dijalankan.

Dari siasatan dijalankan polis menganggarkan 3,000 pelabur terlibat dalam kes penipuan itu. Beliau mendakwa syarikat itu menawarkan tiga pakej bagi membolehkan pelabur melabur dalam syarikat itu.

Beliau mendakwa, selain pakej yang menjanjikan keuntungan lumayan, syarikat itu turut menyediakan kemudahan mengajar cara dan teknik membela cacing yang beribu pejabat di Kulim. Polis berjaya mengesan tujuh cawangan syarikat terlibat dan mendapati kesemuanya ditutup dan tidak meneruskan operasi lagi.

“Kebanyakan mereka yang menjadi mangsa dalam kes penipuan ini terdiri dari golongan profesional. Mereka menggunakan wang simpanan dan wang simpanan pekerja (EPF) untuk menyertai skim itu. Syarikat ini berjaya memperdaya mangsanya dengan menawarkan tiga pakej yang menjanjikan pulangan lumayan antaranya sekiranya pelabur melabur RM5,000 mereka akan dibayar RM833 bagi setiap bulan bagi tempoh 12 bulan, RM1,500 akan di bayar RM225 setiap bulan bagi tempoh 12 bulan dan RM3,000 akan dibayar RM484 sebulan bagi tempoh 12 bulan.

Polis mendapati syarikat ini dikendalikan secara perkongsian yang melibatkan tiga orang. Bagi mereka yang terlibat dalam kes penipuan dijalankan oleh syarikat penternakan cacing ini boleh membuat laporan polis di balai polis berdekatan” katanya.

Menurutnya, kesemua yang terlibat dalam kes penipuan ini akan di siasat mengikut Seksyen 420 Kanun Keseksaan kerana terlibat dalam penipuan.

Beliau meminta kerjasama orang ramai atau mangsa terlibat dalam skim pelaburan ini untuk tampil memberikan maklumat dan membuat laporan polis atau menghubungi, SAC Radhi ditalian 04-4906222 atau Inspektor

KOMEN DDI:DIHARAP UMAT ISLAM LEBIH PRIHATIN SEBELUM MEMBUAT SEBARANG BENTUK PELABURAN(PIHAK YANG BERKUASA BANTULAH UNTUK MENDAPATKAN SEMULA WANG YANG TELAH DITIPU)

Friday, January 15, 2010

BETULKAN NIAT KITA

اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ
إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. (البخاري ومسلم)

Dari Umar bin Al-Khattab ra., katanya: Aku ada mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Segala amal (gerak geri anggota zahir manusia yang disengajakan) tidak berlaku melainkan dengan adanya satu-satu niat dan sesungguhnya tiap-tiap seorang, hanya akan beroleh balasan berdasarkan niatnya. Dengan asas yang tersebut, sesiapa yang berhijrah dengan tujuan mencapai keredhaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menyampaikannya kepada (balasan baik) Allah dan Rasul-Nya; dan sesiapa berhijrah dengan tujuan mendapat faedah dunia atau dengan tujuan hendak berkahwin dengan seorang perempuan, maka hijrahnya itu hanya menyampaikannya kepada apa yang ditujunya sahaja".

(Bukhari dan Muslim)

Polis syariah giat cegah maksiat..Malaysia bila lagi??

SEORANG anggota polis syariah menyoal seorang lelaki yang duduk di tepi pantai bersama kekasihnyadi Banda Aceh pada 18 Disember lalu.

BANDA ACEH - Polis pencegah maksiat di sini yang dikenali sebagai Wilayatul Hisbah giat memberi teguran kepada pasangan kekasih yang duduk di tepi pantai, wanita tidak bertudung, berjudi dan peminum arak.

"Kamu masih tidak berkahwin. Kamu sepatutnya tidak berada bersama-sama di sini.

"Kamu sepatutnya pergi dari sini," kata seorang pegawai pencegah maksiat itu kepada satu pasangan kekasih yang berjalan ke tempat meletak kenderaan sambil disaksikan oleh sejumlah orang di sini, baru-baru ini.

Gadis-gadis yang memakai pakaian ketat turut diberikan amaran supaya tidak memakainya pada masa depan.

"Kamu tidak sepatutnya malu pada diri sendiri kerana memakai pakaian seperti ini," kata seorang pegawai pencegah maksiat itu.

"Pergi pulang dan pakai pakaian yang lebih sederhana," katanya.

Menurut Ketua Jabatan Undang-Undang Syarie Wilayah Aceh, Marzuki, pihaknya membuat pencegahan tanpa mengambil pendekatan keras terhadap pesalah sebagai salah satu cara untuk mereka memahami tujuan pasukan itu membuat teguran.

Wilayah Indonesia itu dibenarkan untuk menggunakan undang-undang syariah sebagai sebahagian daripada perjanjian autonomi dengan pemerintah negara tersebut pada 2002. - Reuters
KOMEN DDI:Malaysia bila lagi nk tegakkan hukum Allah,amik separuh,tolak separuh..

Pakar nuklear Iran dibom guna kaedah Zionis

SEBAHAGIAN orang mengusung jenazah Massoud untuk dikebumikan di Teheran semalam.

TEHERAN - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menegaskan bahawa serangan bom yang berlaku ke atas seorang pakar saintis nuklear Iran di sini menggunakan kaedah serangan rejim Zionis, kata satu laporan.
"Kita dapat lihat tahap dendam musuh dalam cara dia (saintis) dibunuh.
"Kaedah pengeboman itu seperti dilakukan oleh Zionis," kata Mahmoud seperti dipetik oleh agensi berita Mehr.
Saintis itu, Massoud Ali Mohammadi, meninggal dunia apabila sebutir bom yang dipasang pada sebuah motosikal diletupkan dengan alat kawalan jauh ketika saintis tersebut sedang meninggalkan rumah pada pagi Selasa lalu di Teheran.
"Beliau ialah seorang profesor universiti yang beriman dan berkhidmat untuk rakyatnya," kata Mahmoud.
"
Pihak musuh yang membunuh elit kami tidak mampu untuk membawa lari maklumat dari negara Iran," katanya.
Beberapa pegawai Iran menuduh Agensi Perisikan Pusat (CIA) dan perkhidmatan perisikan Mossad milik Israel mendalangi serangan bom itu. - AFP

DIALOG ISLAM DAN KRISTIAN DI PULAU PINANG

GELUGOR, Pulau Pinang, 14 Jan: Pulau Pinang menjadi negeri pertama mengadakan dialog antara Islam dan Kristian selepas PAS melakukan pendekatan berdialog dan penerangan kepada bukan Islam dalam isu 'kalimah Allah' demi menjaga keharmonian negara.

Timbalan Pesuruhjaya PAS Negeri yang juga Ahli Jawatankuasa PAS Pusat, Dr Mujahid Yusof berjaya membuka lembaran baru buat PAS terutamanya di tahun baru 2010 yang menyaksikan berbagai peristiwa hitam terjadi pada negara.Dr Mujahid telah pergi secara rombongan bersama aktivis parti dari Parit Buntar, Perak serta Timbalan Pesuruhjaya PAS Negeri Pulau Pinang, Ustaz Takiqudin Hamzah, Rosidi Husain, Yang Dipertua PAS Tanjung, Yacoob Omar, Ahli Majlis Perbandaran Pulau Pinang (MPPP), Mohd Yusoff Mohd Noor dan Setiausaha PAS Jelutong, Nasir Ismail.

Mereka disambut dan diberikan penghormatan kerana sudi hadir untuk memperjelaskan isu yang menjadi topik hangat ketika ini.Dialog ini diadakan semalam di Dewan Holy Spirit iaitu sebuah dewan yang berada dalam kawasan gereja Greenland, iaitu terbesar di Pulau Pinang.Selesai sahaja Dr Mujahid berucap, orang ramai yang memenuhi dewan itu bangun sambil bertepuk sebagai tanda menghormati dan menyanjung ucapan beliau.Antara rumusan ucapan Dr Mujahid yang juga Pengerusi Kelab Penyokong PAS itu ialah, beliau menasihatkan masyarakat Kristian jangan terpengaruh dengan mainan pihak tertentu yang mahukan negara menjadi tidak tenteram padahal masalah yang berbangkit boleh diselesaikan dengan mudah sekali.Ia sengaja disensasikan bagi kepentingan politik pihak tertentu terutamanyamelindungi isu yang tengah hangat diperkatakan.Maka sebab itu, PAS mengambil langkah menangani masalah tersebut dengan berhemat iaitu dengan berdialog bukan berdemontrasi kerana jalan berkenaan membolehkan perpecahan berlaku di kalangan rakyat negara ini.

"Sebenarnya isu ini bukan isu sensasi tapi sengaja disensasaikan oleh pihak tertentu untuk menjaga kepentingan politik sempit mereka. Bagi PAS berdialg adalah cara terbaik untuk masyarakat bukan Islam tahu keindahan perjuangan yang diwarisi Junjungan kita Nabi Muhamad s.a.w, " terangnya.Tambahan pula Perkara 3 dalam Perlembagaan Malaysia sudah memadai untuk memeliharaan Islam sebagai agama rasmi negara serta Perkara 11 (4) dalam kebebasan beragama masyarakat bukan Islam tidak boleh sebarkan agama mereka kepada orang Islam.Islam juga ujarnya, melarang penganutnya membinasakan rumah ibadat bukan Islam untuk mengelak daripada dianggap Islam itu ganas sekaligus menjauhkan mereka daripada mendekati Islam secara bersungguh."Saya yakin Perkara 3 dalam Perlembagaan Malaysia sudah memadai untuk pemeliharaan Islam serta Perkara 11 (4) yang melarang bukan Islam menyebarkan agama mereka kepada orang Islam, " tegas beliau.Turut memberi pandangan pada majlis berkenaan ialah Exco Kerajaan Tempatan dan Lalulintas Negeri, Chow Kon Yeow, Exco Agama Islam Pulau Pinang, Haji Abdul Malek Abul Kasim dan aktivis Aliran, Anil Netto.

KOMEN DDI:Tahniah,teruskan usaha dakwah dan tarbiah.

POHONLAH KEMAAFAN SEGERA

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “ Sesiapa yang ada sebarang kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, kerana sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi wang ringgit untuk dibuat bayaran, (yang ada hanyalah) diambil hasanah (kebaikan) yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.”

Thursday, January 14, 2010

JAUHI RIBA/PENIPUAN DALAM TIMBANGAN

Firman Allah S.W.T.

Maksudnya: “Orang yang memakan (mengambil) riba itu tidak dapat berdiri betul melainkan seperti berdirinya orang yang dirasuk Syaitan dengan terhoyong-hayang kerana sentuhan (Syaitan) itu. Yang demikian ialah disebabkan mereka mengatakan: “Bahawa sesungguhnya berjual beli itu sama sahaja seperti riba”, padahal Allah telah menghalalkan berjual beli (berniaga) dan mengharamkan riba. Oleh itu sesiapa yang telah sampai kepadanya peringatan (larangan) dari Tuhannya lalu ia berhenti(dari mengambil riba), maka apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum pengharaman itu) adalah menjadi haknya, dan perkaranya terserahlah kepada Allah. Dan sesiapa yang mengulangi lagi (perbuatan mengambil riba itu) maka mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.”
(Al-Baqarah : 275)

Firman Allah S.W.T.

Maksudnya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu makan (gunakan) harta-harta kamu sesama kamu dengan jalan yang salah (tipu, judi dan sebagainya), kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan secara suka sama suka antara kamu, dan janganlah kamu berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengasihani kamu.”
(Al-Nisa’ :29)

Firman Allah S.W.T.

Maksudnya: “Kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang (dalam timbangan dan sukatan), iaitu mereka yang apabila menerima sukatan (gantang-cupak) dari orang lain mereka mengambilnya dengan cukup, Dan (sebaliknya) apabila mereka menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.”
(Al-Mutaffifin: 1-3)

Wednesday, January 13, 2010

CINTAILAH IBU BAPA KITA

Dalam sebuah hadis riwayat dari Abu Darda r.a.
Seorang lelaki telah berjumpa Abu Darda r.a dan berkata"saya ada isteri,tetapi ibu saya menyuruh saya menceraikannya"berkata Abu Darda sabda Rasulullah s.a.w"Ibu bapa umpama pintu syurga yang ditengah-tengah,jika kamu ingin membuang pintu itu,kamu buanglah,tetapi jika kamu mahu memelihara pintu itu,peliharalah" Hadis Sahih Riwayat Imam At-Tarmizi.


Riwayat dari Abu Hurairah r.a sabda Rasulullah s.a.w. "Celakalah,celakalah,celakalah,barangsiapa yang mempunyai ibu bapa yang sudah tua,sama ada ibu sahaja,atau bapa sahaja,tiba-tiba ibu bapa itu menyebabkan dia tidak dapat masuk syurga.Hadis Sahih Riwayat Imam Muslim.

Maksud hadis diatas adalah mencela pada orang yang tidak menjaga ibu bapanya dengan baik.

Tuesday, January 12, 2010

SYIRIK AKHBAR

Syirik Akhbar.(Syirik Besar)
-Diantara bentuk-bentuk Syirik Akhbar,berdoa kepada berhala-berhala,memohon pertolongan dari mereka,bernazar untuk mereka,menyembelih untuk mereka dan sebagainya.

Firman Allah SWT

Yang demikian itu ialah petunjuk Allah, yang dengannya Ia memimpin sesiapa yang dihendakiNya dari hamba-hambaNya; dan kalau mereka sekutukan (Allah dengan sesuatu yang lain) nescaya gugurlah dari mereka, apa yang mereka telah lakukan (dari amal-amal yang baik).(surah Al-An'am:88)

Firman Allah SWT

Tidaklah layak orang-orang kafir musyrik itu memakmurkan (menghidupkan) masjid-masjid Allah, sedang mereka menjadi saksi (mengakui) akan kekufuran diri mereka sendiri. Mereka itu ialah orang-orang yang rosak binasa amal-amalnya dan mereka pula kekal di dalam neraka.(surah At-Taubah:17)

Orang yang mati sedang ia masih melakukan syirik akhbar ia tidak akan diampunkan.

Firman Allah SWT

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik mempersekutukanNya (dengan sesuatu apajua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.(surah An-Nisa:48)


Firman Allah SWT

Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam". Padahal Al-Masih sendiri berkata:" Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim".(surah Ma'idah:72)

DOA NABI (AMALKANLAH)

Riwayat dari isteri nabi ummu salamah r.a

Apabila nabi Muhammad s.a.w melangkah sahaja keluar dari rumah nabi akan berdoa

"Dengan nama Allah,aku bertawakkal kepada Allah,Ya Allah aku berlindung pada kamu dari tersesat atau disesatkan,dari tergelincir dari jalan agama atau digelincirkan (dr jalan agama),dari menzalimi atau di zalimi,dari menjadi bodoh atau diperbodohkan"

Hadis Sahih riwayat Imam At-Tarmizi.

Sunday, January 10, 2010

Patung babi McDonald singgung pelanggan Islam

SINGAPURA - Syarikat makanan segera, McDonald di Singapura mengambil keputusan menarik balik karakter babi daripada promosi patung mainan terbaru syarikat itu selepas dikritik pelanggan Islam. Patung mainan babi itu dijangka menjadi sebahagian daripada set 12 karakter Doraemon yang mewakili haiwan-haiwan dalam kalendar China. Pelanggan perlu membayar S$2 (RM4.80) bersama set makanan jika ingin mendapatkan patung mainan tersebut. Namun, McDonald memutuskan untuk tidak memasukkan karakter babi bersama patung haiwan lain kerana bimbang menyinggung sensitiviti pelanggan Islam.

KOMEN:BOIKOTLAH McDonald(Produk yang menyumbang kepada Israel.)

MASJID DIPECAH DAN DI CURAH DENGAN AIR KENCING

Semalam(9jan2010) saya mengikuti Berita Jam8 malam di TV3,berita itu menyebut sebuah masjid(saya tak pasti di daerah mana,di selangor) telah dipecah pintu kacanya dengan batu dan dicurahkan dengan cecair(dipercayai air kencing).Diharap pihak polis menjalankan siasatan dengan telus.

Saturday, January 9, 2010

SURAH A-LI IMRAAN

Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman). Dan kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka: orang-orang yang fasik.(Ayat 110)

Mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) tidak sekali-kali akan membahayakan kamu, kecuali menyakiti (perasaan kamu dengan ejekan dan tuduhan yang tidak berasas). Dan jika mereka memerangi kamu, mereka akan berpaling lari membelakangkan kamu (kalah dengan sehina-hinanya); sesudah itu mereka tidak akan mencapai kemenangan.(Ayat 111)

ISRAEL MENGGANAS LAGI


BANDAR RAYA GAZA - Dua penduduk Palestin maut dan dua lagi cedera apabila Israel melancarkan serangan udara ke atas tujuh sasaran di Genting Gaza pada awal pagi, semalam. Serangan berlaku berhampiran sempadan Gaza dengan Mesir apabila pesawat pejuang Israel membedil dua terowong yang digunakan oleh penduduk Palestin untuk menyeludup barangan keperluan, kata pegawai keselamatan Hamas.

Pengeboman tersebut adalah reaksi kepada serangan mortar dan roket dilancarkan pejuang Palestin ke kawasan Israel. Pesawat-pesawat Israel turut melancarkan serangan ke atas tiga sasaran dekat Bandar Raya Gaza dan dua lagi dekat bandar Khan Younis.Bagaimanapun, semua serangan itu sekadar memusnahkan bangunan kosong dan kawasan terbuka. Kelmarin, pesawat Israel menggugurkan beribu-ribu risalah di sepanjang Genting Gaza untuk memberi amaran kepada penduduk wilayah itu supaya menjauhi kawasan sempadan berikutan serangan dilancarkan pejuang Palestin ke kawasan dikuasai tentera rejim.

Risalah yang ditulis dalam bahasa Arab itu menggesa penduduk Palestin menjauhi kawasan sekitar 300 meter dari sempadan Israel. Terdahulu, pejuang Palestin melancarkan lebih lima serangan mortar secara serentak yang mendarat berhampiran penempatan penduduk Israel di Kerem Shalom. Namun, tiada kecederaan atau kehilangan nyawa dilaporkan, kata jurucakap tentera Israel

"Haram musnahkan rumah ibadat agama lain"-Mufti Perak.


SHAH ALAM - “Haram memusnahkan rumah ibadat agama lain,” kata Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria. Diminta reaksinya berikutan kebakaran di tiga buah gereja di Lembah Klang semalam, beliau berkata, perbuatan itu didorong emosi sehingga sanggup bertindak di luar kewarasan. “Inilah akibatnya jika menyentuh sensitiviti Islam yang cukup bersabar dan bertolak ansur selama ini,” katanya kepada Sinar Harian, semalam.
Beliau berkata, kerajaan harus bertindak tegas terhadap pihak yang membangkitkan isu ini sebelum ia menjadi bertambah kritikal. “Tindakan seperti melucutkan hak kerakyatan patut dikenakan ke atas mereka yang cuba mengganggu-gugat keamanan dengan mencetuskan ketegangan seperti ini. “Kita telah lama hidup dalam suasana harmoni, tetapi apabila Herald Catholic Weekend membawa kes ini ke mahkamah, ia memberi kesan besar kepada keharmonian negara,” katanya.
Sementara itu bekas Mufti Perlis, Dr Mohd Asri Zainul Abidin berkata, Islam melarang perbuatan merosakkan rumah ibadat seperti yang berlaku semalam. Beliau percaya, perbuatan tersebut dilakukan oleh individu yang tidak memahami ajaran Islam dan mengikut nafsu amarah. Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim) Perak pula berharap tidak ada pihak cuba menangguk di air yang keruh atau membuat provokasi. Yang Dipertuanya, Suhaimi Latip berkata, pihaknya menyarankan umat Islam di negara ini berdoa dan melakukan solat hajat agar isu ini selesai dengan aman. “Abim sangat yakin perkara ini boleh diselesaikan secara baik, bukan dengan cara kekerasan,” katanya
Sumber:Sinar Harian

Elakkan Seperti Orang Nasrani Memuji Anak Maryam

Hadith : Dari Umar r.a katanya:”Saya mendengar Nabi s.a.w bersabda:” Janganlah kamu memuji (memuliakan) saya berlebihan sebagaimana orang Nasrani memuji (memuliakan) anak Maryam. Saya hanya hamba Allah. Maka katakanlah:”Hamba Allah dan Rasul-Nya.” (Bukhari)

Huraian:
Umat Islam menolak ajaran Nasrani yang menyatakan fahaman Triniti (iaitu yang menyatakan Isa adalah anak Tuhan) sedangkan dalam al-Quran Allah telah berfirman yang maksudnya

"Wahai Ahli Kitab, Janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa anak Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :"Tuhan itu tiga", berhentilah dari ucapan itu.
Itu lebih baik bagi kamu. sesungguhnya Allah Tuhan yang maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya.
Cukuplah Allah sebagai Pemelihara".(an-Nisa’ :171)

Maksud ayat ini adalah kita dilarang daripada mengatakan Nabi Isa itu anak Allah sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani. Dalam erti kata lain kita dilarang sama sekali memuji atau memuliakan sesuatu makhluk atau apa pun sehingga menjadi setaraf dengan zat Allah padahal Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Sifat Allah tidak menyerupai sesuatu apa pun!

Sumber : JAKIM

Thursday, January 7, 2010

Isu Kalimah Allah: Ikim Anjur Muzakarah 21 Januari

KUALA LUMPUR: Satu muzakarah pakar akan dianjurkan oleh Institut Kefahaman Islam Malaysia (Ikim) pada 21 Januari ini bagi mengupas isu penggunaan kalimah Allah yang hangat diperkatakan kini.

Ketua Pengarah Ikim, Datuk Nik Mustapha Nik Hassan berkata muzakarah secara tertutup itu yang bertajuk "Terjemahan 'God' sebagai Allah : Mengenal Pasti Pokok Permasalahan dan Penyelesaiannya" itu akan menghimpunkan semua mufti negeri, dekan fakulti/jabatan usuluddin institusi pengajian tinggi awam dan swasta serta peguam dan pegawai kanan Bahagian Syariah, Jabatan Peguam Negara.

Beliau memberitahu pada satu sidang akhbar di sini bahawa wakil-wakil parti politik serta para ilmuwan juga dijemput menghadirinya.

"Sekurang-kurangnya kita telah mencari titik pertemuan di kalangan partiparti politik dan mereka yang lebih arif membincangkan isu ini. Kita mahu mereka berikan pandangan, cadangan atau hujahan yang boleh membantu menyelesaikannya," katanya. Nik Mustapha berkata pertemuan dengan wakil-wakil bukan Islam juga mungkin diadakan bagi mendengar pendapat mereka.

Polemik itu timbul ekoran keputusan Mahkamah Tinggi membenarkan sebuah akhbar mingguan Katolik menggunakan perkataan "Allah" sebagai terjemahan kepada perkataan "God" dalam terbitan edisi Melayunya sehingga menimbulkan kemarahan umat Islam. - BERNAMA

komen DDI:Jika jumpa penyelesaian,janganlah diam saja.

Wednesday, January 6, 2010

'KALIMAH ALLAH' UJIAN DARI ALLAH

Cukup besar ujian dari Allah pada umat islam di Malaysia,dari sekecil-kecil isu,hinggalah sebesar-besarnya,isu wahabi,pentauliahan untuk berdakwah sehinggalah yang terkini penggunaan kalimah Allah oleh penganut kristian.Apa yang ingin diterjemahkan disini ialah hikmah di sebalik semua kejadian dan ketentuan ini.Kita dapat melihat disana-sini,rata-rata umat islam bangun memprotes penggunaan kalimah Allah ini, para ulamak pula mengeluarkan hujah masing-masing sama ada menyokong atau membantah.

Apakah hikmah disebalik semua ini?adakah kita bermuhasabah pada diri kita sendiri??kenapa musuh-musuh islam makin berani?Jawapan bagi semua isu-isu ini,adalah berpunca dari umat islam itu sendiri.Islam menjadi lemah,islam hanya pada nama sahaja,tiada semangat atau roh islam,Al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w hanya dibaca dan bukan difahami dan di amal.Benarlah sabda Rasulullah s.a.w Dalam salah satu hadis Rasulullah s.a.w bersabda bahwa nanti akan datang suatu masa yang menjadikan Islam seperti bara. Perlu daya tahan yang sangat kuat untuk menggenggam Islam. Padahal, pada masa itu umat Islam sangat banyak,tapi mereka tak berdaya seperti buih.Dan kita juga diingatkan bahawa di akhir zaman ini kita terbahagi kepada lebih 70 golongan dan satu golongan sahaja yang akan diredhai dan dimasukkan ke syurga.

Sudah sampai pada kemuncaknya apabila kalimah Allah sudah mula diperlakukan dengan sewenang-wenangnya oleh agama lain selain dari islam,"Sesungguhnya agama (yang diredhai) disisi Allah Hanyalah Islam” (Ali Imran: 19).Para alim ulamak di Malaysia seharusnya melihat secara lebih luas lagi bekenaan isu ini,seharusnya kita mencari punca kenapa umat islam diseluruh dunia amnya dan di Malaysia khususnya terus menerus dihina,ditindas secara kasar ataupun halus.Islam diperintah bukan memerintah walaupun kita melihat begitu ramai umat islam,begitu banyak masjid-masjid yang serba indah dan begitu kaya-rayanya orang islam itu.

Dalam isu penggunaan kalimah Allah,umat islam di Malaysia dapat melihat sendiri,para alim ulamak yang hebat dengan ilmu mereka membuat kenyataan bersandarkan hujah masing-masing.Apa yang mendukacitakan disini,bukannya mahu mempertikaikan kebenaran hujah-hujah ulamak ini,tetapi kita boleh melihat disini,di kalangan alim ulamak sendiri pun tidak ada penyatuan dalam menangani isu ini.

Inilah waktu yang terbaik bagi para ulamak di Malaysia memperjuangkan dan menegakkan islam secara menyeluruh dan memperbaiki akhidah umat islam di malaysia.Tidak bolehkah mereka-mereka ini yang bergelar ulamak,membuat satu ketetapan,keputusan berdasarkan satu suara ulamak malaysia,ketepikan dahulu soal fahaman politik,soal kehebatan mengeluarkan hujah-hujah secara individu.Dalam kehidupan manusia pendapat majoriti seringkali lebih tepat dan sesuai. Oleh yang demikian walau macam mana pun rupa situasi percanggahan pendapat (dalam hal-ehwal Islam) tersebut, hendaklah diutamakan pendapat majoriti (jumhur) ulama terlebih dahulu dan lihatlah hujah yang ditampilkan atas terlontarnya pendapat tersebut. Adalah merupakan satu perbuatan yang ditegah dalam Islam untuk mengikut pendapat seseorang, selain kata-kata Rasullullah s.a.w, tanpa mengkaji sebab terhasilnya pendapat tersebut.

Dukacitanya hari ini kita telah melihat bagaimana sikap para ulamak yang tidak memikirkan akibat dan kesan apabila mereka mengeluarkan hujah-hujah secara individu.Ingin disarankan sekali lagi,buat para ulamak di Malaysia,bersatulah,demi islam tercinta,bersatulah dalam membuat setiap keputusan.Jika ulamak bersatu,mengeluarkan pandangan yang sebulat suara,dengan izin Allah,kita umat islam akan lebih dihormati dan digeruni oleh musuh-musuh islam dan tidak berlakulah perkara-perkara yang memalukan umat islam itu sendiri.Apa yang berlaku ini,adalah ketentuanNya,supaya kita bermuhasabah dan berlapang dada memikirkan secara bersama-sama untuk mencari punca,atau akar bagi kelemahan umat islam pada masa kini.

Kewujudan perbezaan-perbezaan pendapat di Malaysia hari ini,diharapkan dapat di selesaikan melalui jumhur ulamak,dengan menghimpunkan ulama-ulamak alim lagi arif tanpa mengira kepentingan duniawi dan meletakkan matlamat ISLAM paling tinggi bagi menyelesaikan segala isu umat islam Apa yang paling diharapkan ialah dengan adanya kesepakatan mahupun ketidaksepakatan dalam suatu perkara yang melibatkan percanggahan pendapat,diselesaikan melalui jumhur ulamak ini.Dalam situasi akhlak dan akhidah umat islam di Malaysia yang semakin tenat dan parah saban hari,inilah satu tindakan yang terbaik dan sudah pasti mendapat pertolongan dari Allah.Firman Allah(Ali-IMRAAN,103)"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (ugama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai".Cohtohilah sistem khalifah.sesungguhnya perkara yang buruk itu adalah dari kelemahan kita sendiri,dan perkara yang baik itu dari Allah.Bersatulah ulamak,bersatulah umat islam.

Tuesday, January 5, 2010

DOA INSAN YANG DIZALIMI

Firman Allah dalam surah An-Nisaa'maksudnya

Allah tidak suka kepada perkataan-perkataan buruk yang dikatakan dengan berterus-terang (untuk mendedahkan kejahatan orang); kecuali oleh orang yang dianiayakan. Dan (ingatlah) Allah sentiasa Mendengar, lagi Maha Mengetahui.Ayat 148

Ibnu Abbas r.a telah mentafsirkan ayat ini: "ALLAH TIDAK SUKA SESEORANG MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA SESORANG YANG LAIN KECUALI ORANG YANG DIZALIMI. SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MEMBERIKAN KEBENARAN KEPADANYA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG ZALIM. JIKA DIA BERSABAR MAKA ITU LEBIH BAIK BAGINYA." Qatadah berkata: ALLAH MEMBERIKAN KELONGGARAN KEPADA ORANG YANG DIZALIMI UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN. INI SEPERTI MANA YANG KAMU DENGAR. PANDANGAN RASULULLAH

Banyak hadis2 Rasulullah berkenaan dengan doa kepada orang yang dizalimi. Ini adalah diantara doa yang mustajab doanya. Diantara hadis-hadis tersebut adalah:- 1. Hadis dari Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:

اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب

" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah." Hadis riwayat Ahmad - sanad hasan

2. Hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:

اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة

"Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara."

Hadis riwayat Hakim - sanad sahih

3. Hadis dari Khuzaimah bin Thabit r.a, Rasulullah saw bersabda:

اتقوا دعوة المظلوم فإنها تحمل على الغمام يقول الله عز وجل : وعزتي وجلالي لأنصرنك ولو بعد حين

" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi. Allah swt berkata : Demi kemulian dan keagunganku, aku pasti akan menolongmu walaupun setelah masa yang lama."
Hadis riwayat Tobrani - sanad hasan

4. Hadis dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda:


ثلاث دعوات مستجابات : دعوة الصائم ودعوة المظلوم ودعوة المسافر

" Tiga doa yang diperkenankan: Doa orang puasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." Hadis riwayat Baihaqi - sahih

5. Hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:


دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه


" Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi." Hadis hasan riwayat at-Tayalasi

HUKUM DOA KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG MENZALIMI

Imam Nawawi telah meletakkan satu tajuk dalam kitabnya al-Azkar:

"BAB: HARUS BAGI SEORANG MANUSIA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG MENZALIMI ORANG-ORANG ISLAM ATAU MENZALIMI DIRINYA SENDIRI."

Syeikh Ibnu Allan as-Siddiqi (pengarang syarah bagi kitab Azkar) berkata di bawah tajuk ini:

" Maksud harus yang disebut imam Nawawi adalah merangkumi sunat. Maksudnya ia tidak haram dan tidak makruh. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi manusia lain supaya terhindar dari kezalimannya maka hukumnya sunat. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi dirinya sendiri atau yang menyakitinya , sesungguhnya ini diharuskan untuk berdoa sebegini. Seeloknya dia maafkan dan melupakannya."

Dalil pengharusan.

Ini jelas melalui ayat al-Quran 148 surah an-Nisa mengikut tafsiran Ibnu Abbas seperti yg telah dinyatakan sebelum ini. Adapun hadis Rasulullah saw adalah hadis berikut:


أنه صلى الله عليه وسلم دعا على الذين قتلوا القراء رضي الله عنهم وأدام الدعاء عليهم شهرا يقول: اللهم العن رعلا وذكوان وعصية

" Sesungguhnya Nabi saw mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran ra dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri'l, zakwan dan 'usayyah (nama2 kabilah)."
Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Dizaman pemerintahan Umar ra , beliau telah melantik Saad bin Abi Waqas ra sebagai gabenor Kufah. Ada seorang lelaki yang bernama Usamah bin Qatadah atau Abu Sa'dah telah menuduh Sa'ad dengan kata2nya:

أما إن نشدتنا فإن سعدا لا يسير بالسرية ولا يقسم بالسوية ولا يعدل في القضية

" Sekiranya kamu bertanya kami tentang sa'ad, sesungguhnya dia tidak menyertai peperangan, tidak menyamaratakan pemberian dan tidak berlaku adil dalam hukuman."

Lalu Sa'ad berdoa:

اللهم إن كان عبدك هذا كاذبا قام رياء وسمعة فأطل عمره وأطل فقره وعرضه للفتن

" Ya Allah sekiranya hamba mu ini pembohong dan melakukannya semata kerana riya' dan sum'ah maka hendaklah engkau panjangkan umurnya, kekalkan kefakirannya dan dedahkan dia kepada fitnah."

Kemudian setelah tua, lelaki yg menuduh saad ra berkata " Aku telah terkena bencana akibat doa Sa'ad." "Abdul Malik bin Umair ra perawi hadis ini berkata: Aku melihat lelaki tadi (qatadah) selepas dia tua, dua bulu keningnya telah gugur kerana terlampau tua , dia telah menganggu perempuan-perempuan muda dengan meraba dan meramas mereka.

" Hadis sahih Bukhari dan Muslim.

Seorang wanita bernama Arwa binti Aus telah mengadu kepada khalifah Marwan bin Hakam tentang Sa'id bin Zaid ra. Dia mendakwa Sa'ad ra telah mengambil sebahgian dari tanahnya. Lalu Sa'ad berkata : Adakah aku tergamak mengambil sebahgian dari tanahnya sedangkan aku telah mendengar sesuatu dari Rasulullah saw?" Marwan bertanya " Apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw ?" Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

من أخذ شبرا من الأرض ظلما طوقه إلى سبع أضين

" Sesiapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, Allah swt akan mengalungi tanah tersebut sehingga tujuh petala bumi."

Lalu Marwaى berkata "Aku tidak akan memintamu mendatangkan saksi selepas ini." Sa'id pun berkata:

اللهم إن كانت كاذبة فأعم بصرها واقتلها في أرضها

"Ya Allah sekiranya wanita tadi berbohong maka hendaklah engkau butakan matanya dan bunuhlah dia di tanahnya. "

Wanita tadi tidak mati sehinggalah dia buta dan ketika mana dia berjalan di atas muka tanah milikinya, tiba-tiba dia jatuh di dalam lubang, lalu mati."

Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

KESIMPULAN

Berhati2lah terhadap doa orang yang dizalimi. Penyair berkata:

نامت جفونك والمظلوم منتبه يدعو عليك وعين الله لم تنم

Mata-matamu tidur dan orang yang dizalimi sentiasa berjaga

Dia mendoakan kecelakaan kepadamu dan Allah itu tidak tidur

Rujukan: Da'watul Mazlum oleh Abdur Rahman Yusuf dan Futuhat Rabbaniah oleh Ibnu Allah as-Siddiqi.

Friday, January 1, 2010

JANGAN JADI LILIN/NASIHAT PADA BLOGGER

Mungkin kita selalu dengar perumpamaan yang mengumpamakan guru seumpama lilin. Lilin membakarkan dirinya untuk menerangi orang yang disekitarnya. Ia disamakan guru yang mengorbankan dirinya demi kepentingan orang lain. Namun Islam menyanggah perkara ini sekiranya ia bermaksud menyampaikan ilmu kepada orang lain tetapi melupakan diri sendiri untuk beramal. Nabi saw bersabda:


مَثَلُ الَّذِيْ يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَيَنْسَى نَفْسَهُ كَمَثَلِ السِّرَاجِ يُضِيْءُ لِلنَّاسِ وَيَحْرِقُ نَفْسَهُ

"Perumpamaan orang yang mengajar kebaikan kepada manusia lain dan melupakan dirinya untuk diamalkan seumpama pelita yang menerangi manusia lain dan membakar dirinya sendiri."

Hadis ini diriwayat oleh Imam at-Thabrani dalam Mu'jam Kabir. Imam Manawi menghukum hadis ini sebagai HADIS HASAN. Imam Haithami mengatakan para perawinya adalah thiqah.

KEADAAN PELITA DAN LILIN ADALAH SAMA

MEREKA YANG TERMASUK DALAM PELITA YANG MEMBAKAR

1) Penceramah yang melupakan dirinya.

Tidak ada siapa yang mampu untuk beramal dengan semua apa yang disampaikan. Namun bagi penceramah yang hanya hendak menambahkan ilmunya dan mengajak manusia kepada kebaikan tetapi tidak sama-sama mahu memperbaiki dirinya sendiri maka inilah yang dicela dalam Islam. Nabi saw bersabda:


إن أخوف ما أخاف عليكم بعدي كل منافق عليم اللسان


" Sesungguhnya perkara yang amat aku takuti berlaku kepada kamu selepas kewafatanku adalah orang munafik yang pandai bercakap (tapi tidak mengamalkannya)." (Hr Thabrani, Bazzar dan Ahmad - SAHIH)

2) Penulis yang melupakan dirinya

Hari ini telah timbul penulis-penulis bagai cendawan yang tumbuh selepas hujan. Kewujudan-kewujudan blog dakwah dan yang Islamik semakin banyak. Namun gejala sosial semakin berleluasa. Ini menunjukkan keberkesanan yang kurang akibat islam hanya ada pada blog tetapi tidak ada pada amalan seharian. Kalau kita lihat dalam blog seolah blogger tadi seorang yang hebat dari segi ilmu dan amalannya. Namun realiti yang terjadi hubungan manusia dengan tuhannya amat lemah. Mereka menyuruh dan menggalakkan orang lain berbuat baik tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Islam hanya pada tulisan dan bukannya pada hati dan anggota. Nabi saw bersabda:


يجاء بالرجل يوم القيامة قيلقى في النار فتندلق أقتابه فيدور بها كما يدور الحمار برحاه فتجتمع أهل النار عليه فيقولون : يا فلان ما شأنك؟ ألست تأمر بالمعروف وتنهى عن المنكر ؟ فيقول : كنت آمركم بالمعروف ولا آتيه وأنهاكم عن الشر وآتيه


" Didatangkan seorang lelaki pada hari kiamat lalu dicampakkan kedalam neraka. Usus-ususnya keluar dan berputar-putar seperti mana keldai berputar dalam tempat pengisar. Para penghuni neraka berkumpul mengerumuninya dan bertanya "Bukankah engkau menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran?" Dia menjawab " Aku menyuruh kebaikan serta tidak melakukannya dan mencegah kemungkaran serta tidak meninggalkannya."

Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

3) Penganjur program kebaikan yang melupakan dirinya

Menganjurkan program kebaikan adalah suatu perkara yang amat baik. Semua program tersebut adalah semuanya bertujuan untuk mengembalikan manusia kepada Allah dan mendekatkan diri kepada ilahi. Namun yang kita lihat orang-orang yang sibuk berprogram ,tetapi dalam masa sama kurang hubungan mereka dengan tuhan. Balik lewat malam dan tahajudnya tiada dan subuh lewat di rumah. Hanya bersungguh memprogramkan orang lain tetapi lupa untuk memprogramkan diri bersama tuhan. Saidina Umar ra berkata:

لئن نمت الليل لأضيعن حق الله ولئن نمت النهار لأضيعن حق الرعية

" Kalau aku tidur waktu malam aku mengsia-siakan hak Allah dan kalau aku tidur waktu siang aku akan mengsia-siakan hak rakyat."

KESIMPULAN

Marilah kita menyampaikan ilmu dan mengamalkan ilmu sedaya mungkin. Menyembunyikan ilmu dilarang oleh Islam. Nabi saw bersabda:

من كتم علما ألجمه الله يوم القيامة بلجام من نار

" Sesiapa yang menyembunyikan ilmunya , Allah akan mengekang dirinya dengan kekangan dari neraka pada hari kiamat. " (Hr Ibnu Hibban dan Hakim - sahih)

Menyampaikan ilmu dengan berceramah, menulis atau menganjurkan prgram sahaja tanpa ada usha untuk beramal dan memperbaiki diri adalah dilarang dalam Islam. Nabi saw bersabda:

مررت ليلة أسري بي بأقوام تقرض شفاههم بمقاريض من نار قلت : من هؤلاء يا جبريل؟ قال : خطباء أمتك الذين يقولون ما لا يفعلون

" Pada malam isra' aku telah lalu pada sekumpulan manusia yang dipotong lidahnya dengan gunting-gunting dari neraka. Aku bertanya "Siapakah mereka wahai jibril?" Jibril menjawab " Mereka adalah penceramah-penceramah dikalangan ummatmu yang berkata apa yang mereka tidak lakukan."

Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

Rujukan: Muntaqa at-Targhib Wat-Tarhib oleh Dr Yusuf al-Qardawi. ILMU,AMAL,TAQWA.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...